Saturday, August 19, 2017

IRT Tanpa ART

Assalamulaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,,, drama kehidupan ibu-ibu rumah tangga dimulai saat pulang mudik, itulah yang sering saya dengar dulu dari beberapa teman yang menikah duluan, balada emak-emak tanpa ART katanya. Awalnya saya berfikir “,,,ah lebay” atau “masa sih sebegitunya?” dan banyak pemikiran lain yang menyepelekan hal itu, sampai akhirnya terjadilah pada saya di bulan Syawal ini, teteh nggak balik lagi kerja dirumah (HUUAAAAAA ingetnya aja bikin galaw).

Dengan alasan usia kandungan yang makin tua, ukuran perut yang makin besar membuatnya sulit untuk cuci piring dan nyetrika, jadilah teteh memutuskan resign setelah hampir lebih dari setahun menemani kami dirumah. Teteh itu bukan sekedar ART bagi saya, dia itu kaya adek dan temen selama disini (nggak tau juga dia nganggepnya sama atau gimana hehee), dia banyak mengajarkan saya tentang banyak hal, cara ngurus bayi, resep masakan tradisional sini, juga cara bikin kue dan banyak lainnya. Kami berbagi banyak hal, ngobrol ngalur ngidul dan yang pasti bisa saya titipin Syams kalau lagi mau nyuri-nyuri me time di skincare huehehe.

Sampai sekarang saya nggak tahu nama asli teteh, dia hanya memperkenalkan dirinya sebagai teh Jun, yang sering saya saimbarakan ke teman-teman siapa kah nama lengkapnya lalu diikuti dengan jawaban Kim Hye Jun, Park Jun Min dan berbagai nama Korea lainnya. Usianya sama dengan adek saya yang pertama sekitar 25 tahunan, Teh Sofi nama anaknya yang sekarang kelas 2 SD sering diajak main kerumah untuk sekedar nonton Disney Channel atau ikutan momong Syams. Saat–saat itu adalah zona nyaman saya sebagai IRT di Cilegon.

Nah sejak teteh nggak ada mulai lah terasa managemen waktu saya yang buruk, terbiasa akan kehadiran teteh bikin saya abai dibeberapa hal, merasa punya tim selama ini bikin saya kesulitan awalnya untuk mengerjakannya sendiri, sampai akhirnya saya meriang huhuu,,,.

Setelah mulai terbiasa dengan kondisi tanpa ART ini, manajemen waktu mulai tertata, ternyata ada satu yang masih numpuk, baju bersih yang nunggu disetrika jreng.. jreng.., prasaan udah dicicil tapi yaa kok nggak abis-abis, dan malah makin banyak,, males dan gemes liatnya.

Memulai belajar ngaji dan merintis bisnis rumahan disaat kondisi rumah belom stabil, berakibat stress dan meriang, mulailah saya mencari another “teteh” untuk sekedar nyetrika seminggu 1 atau 2x, alhamdulillah nya ketemu, tapi so far belom klik kaya teteh dari segi kerjaan, harga dan kedekatan emosional, tapi mudah-mudahan awet sama ART baru ini. Dan kayaknya istilah you never know what you have got till its gone itu bener-bener terjadi, semoga lancar lahirannya ya teh, sehat ibu dan bayik nya daaan ditunggu lagi dirumah (ngarep hihiii).

BISA (Belajar Islam dan Bahasa Arab) Learning Center Atau BLC Cilegon

Assalamualaikum,,, masih dalam tantangan 7 hari upload tulisan dari pak suami, jadilah saya menulis ini. Pengalaman saya belajar ditempat baru di Cilegon, dengan suasana baru, teman-teman baru, pengajar baru, banyak ilmu dan pengalaman baru yang didapat.
Sekitar 1 bulan yang lalu saya mulai belajar di BISA (Belajar Islam dan Bahasa Arab) Learning Center atau BLC Cilegon, lembaga pendidikan agama Islam ini tersebar se Indonesia, seperti halnya EF, GO dan lembaga pendidikan lain dengan sistem belajar yang jelas, silabus, jadwal dan buku panduan yang tersusun bikin kita belajar dengan terstruktur dan terarah, beda jika hanya dengar ceramah pengajian di masjid misal, disini kami belajar sesuai silabus, kami juga mengikuti tes untuk pengelompokan grup tahsin atau pra tahsin, ada ujian pra UAS dan juga UAS untuk mendapatkan nilai di sertivikat kami nanti.
Apa saja yang dipelajari disini? Ada kelas Bahasa Arab, Kelas Tahsin dan Kelas Tahfidz. Apa yang saya ambil? Saya mengambil kelas Tahsin, ada beberapa kelas yang terdaftar, kelas weekday dan weekend, karena saya senggang saat weekday jadilah ikut jadwal weekday, 2 kali seminggu dengan lama belajar 1,5 jam tiap pertemuan, awalnya ada 10 akhwat dalam kelas namun sekarang hanya 6 orang yang tersisa, yang lain tereliminasi waktu dan kesibukan, kami diajar oleh seorang udztadzah dari Lombok, suaminya pun menjadi pengajar untuk ikhwan di sana.
Dari sekian banyak siswa mungkin saya satu-satunya murid yang hadir selalu membawa toodler, belajar sambil momong, mengulang bacaan sambil menyuapi anak, bolak-balik ijin keluar kelas untuk ganti popok dan kemarin UTS saya isi sambil ngasih asi ke Syams, masyaallah nikmat ini rasanya. Syams yang awalnya anteng nggak banyak bergerak, cenderung mepet mamaknya selama kegiatan belajar, sekarang mulai mau berbaur dan malah mulai nggak betah didalam kelas, maunya main terus diluar kelas, dan membuat saya belajar banyak izinnya, semoga pertemuan berikutnya Syams bisa diajak kerjasama dengan baik seperti diawal.


BLC Cilegon ini berlokasi di kawasan ruko Perumahan Grand Cilegon yang nggak begitu jauh dari rumah, masuk kelas jam 7.30 saya biasa berangkat pukul 7.00 dari rumah, dan sempat beli kue untuk bekal sarapan Syams selama disana. Untuk yang mau ikutan sesi berikutnya bisa langsung tanya ke sana, soalnya sebentar lagi kami UAS dan berarti kelas baru akan dimulai. Sampai ketemu disana yaa.

Jilbab Afra dan Afra Kids





Assalamualaikum,,, mau cerita pengalaman saya yang baru-baru ini memulai bisnis baru dari rumah. Seneng, takut, exited, ragu, optimis semua perasaan yang nyampur jadi satu saat awal saya memulai bisnis ini.
Sejak beberapa bulan lalu saya mulai konsisten meminta doa kepada Allah untuk kelangsungan hidup, masa depan dan semua cita-cita juga keinginan saya pribadi dan keluarga. Saya meminta untuk ditunjukan jalan, jalan apa saja yang masih dalam ridhonya, jalan kemana saja yang mengarah berkahnya, jalan apapun yang kalau saya lakukan akan membuat saya lebih dekat dan dekat akan perintahnya. Lalu disuatu sore, saya menghadiri undangan tetangga untuk pengajian anaknya yang akan melangsungkan pernikahan, disana saya dipertemukan dengan Mba Rima, dialah yang menjadi perantara saya, Allah dan usaha ini pada awalnya, kami mengobrol dan ternyata ada pertemuan kembali saat syukuran khitan anak sulungnya. Pembicaraan kami mengarah pada bisnisnya yang dia kelola dari Borneo sana, tapi tetap running di Cilegon, tertarik dan akhirnya saya memutuskan menjadi reseller hingga sekarang.



Bisnis jilbab rumahan, khimar syari dan kaos anak dengan sablon ajakan ibadah saya rasa pas dan menjadi jawaban doa-doa saya selama ini. Tidak ada sesuatupun yang kebetulan kan, Allah yang mempertemukan kami, maka dari sana lah semua diatur, saya mulai membuat web untuk para reseller, IG untuk julan online dan memulai promosi disemua socmed yang saya punya, alhamdulilah dibulan pertama saya punya laba, berasa gajian lagi hehehe,, dan sesuai nazar akan saya belikan sesuatu untuk suami, dan saya sedekahkan sisanya (semoga segera terealisai aamiin). Masuk bulan kedua ini semoga bisnis makin lancar, ibadah jangan putus, karena bisnis ini hanya ikhtiar, tetap Allah lah sang maha pemberi rejeki.


Buat yang mau belanja, boleh liat-liat prodaknya disini hehee,, wassalam.

Taman Wisata Villa Bougenville

Assalamualaikum,,, masih belum move on dari liburan kemarin di Bandung Soreang. Arisan keluarga pak suamik yang diundur nyaris setengah tahun karena banyak jadwal bentrok akhirnya kemarin jadi juga diadakan kembali. Alhamdulillah banyak banget yang bisa ikut, minus 2 keluarga dan beberapa sepupu yang mulai KKN, tapi karena keluarga kami banyak banget jadi minus beberapa anggota tadi jatoh nya tetep rame, soalnya kami total sewa 3 Villa, dari awalnya hanya 2 Villa di sana.








Saya yang sehari sebelumnya sudah sampai di Bandung untuk Istirahat dan silaturahmi dengan beberapa teman yang lama tak berjumpa lumayan bisa “ngalempengkeun tonggng” kalau kata orang sunda bilang, sebelum melakukan perjalanan menuju Villa yang luarbisa nanjaknya, sempat agak ragu sama mbak google maps yang nge direct kita menuju sana tapi ternyata sampai juga alhamdulillah.









Begitu sampai kami disuguhi dengan udara dingin yang menusuk kulit, hidung dan pipi kami langsung dingin, udara yang seger dan pemandangan indah, betah liatnya. Setelah selesai perundingan tentang villa mana yang cocok buat nini uyut nya Syams, yang enak buat acara dan bakar-bakar nanti malam, akhirnya kami bisa jalan-jalan lihat sekitar area Villa bareng Om Tante Sepupu-sepupu, Syams yang emang dasarnya suka main air begitu liat kolam dan Om om nya berenang merengek pengen nyemplung juga, tapi airnya kaya air kulkas, dan walaupun begitu bening menggoda terlihat beberapa daun dikolam tanda agak lama belum dikuras, jadi kami urungkan niat untuk Syams berenang.
Villanya yang nyaman dan terawat, kebersihan lingkungannya terjaga dan pelayanannya yang bagus, saya recomen banget tempat ini buat temen-temen yang di Bandung khususnya kalau mau ngadem keluar dari hiruk pikuk menghirup udara segar dan jauh dari kemacetan kota.





Terimakasih yaa Allah untuk jodoh ini, dijodohkan dengan dia dan keluarga ini, alhamdulillah nikmat.


Traveling berdua dengan Syams

Assalamualaikum,, lama banget nggak posting tulisan, padahal baru enam bulan ini alpa tapi rasanya seabad (lebay) banyak yang terjadi dalam hidup, banyak yang ingin ditulis tapi kondisi yang membuatnya jadi sulit, kondisi dirumah dengan kehectican nya dan kondisi hati yang nggak mood bikin males nulis hehehee.
Weekend kemarin kami ada acara arisan keluarga di Bandung Soreang, tepatnya di Villa Bougenville yang berada dikaki Gunung Puntang, sekitar dua jam dari Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Bandung, karena kondisi jalanan ibukota yang sulit ditebak, apalagi kondisi di negara bagian Bekasi (ngikutin rangorang) dengan berbagai pembangunannya, jadilah saya dan Syams duluan ke Bandung Jumat pagi, sebelumnya pernah juga sih pergi berdua gini, tapi karena malam hari dan pakai travel door to door dengan Raka Travel jadi perjalanan nggak terlalu terasa, karena kami lewatkan perjalanan dengan tidur.
Bedanya perjalanan kali ini kami menggunakan Xtrans pagi, dimulai dengan Xtrans jam 5.30 dari Cilegon menuju pool Xtrans Jakarta di Hotel Kartika Candra, kami sampai tepat jam 7.30 jalanan masih lancar dan sepi, masih sempet update IG story juga sambil melow garagara nggak berangkat bareng bapake, lalu saat tiba ternyata jadwal jam 7.45 ditiadakan karena mobilnya sedang maintenance, jadilah kami menunggu jadwal berikutnya jam 9.45. sempat ada drama dulu, antara mau ngejar yang jam 9.00 diPancoran atau tetap nunggu aja jadwal 9.45, tapi akhirnya saya memutuskan menunggu di sana.
Kami menunggu lumayan lama, mulai dari buka perbekalan, jalan-
 jalan diloby hotel, ngajak syams main lihat ondel-ondel dan akhirnya matgay. Alhamdulilahnya selama perjalanan ke Jakarta dan menunggu keberangkatan yang lama ini Syams nggak rewel dan no cranky no drama (Alhamdulillah, makasih ya Allah) dia malah asik banget menikmati perjalanan dan ibu kota, sampai akhirnya saat hampir datang waktu keberangkatan dia pup, dalam hati sempet panik sih, haduuuh syams kalau kita ketinggalan nanti gimana, tapi kalau nggak diganti, polusi dimobil dan kasian dia bawa-bawa kotoran berjam-jam. Setelah mikir yang makan waktu juga, akhirnya kembali ke toilet hotel buat ganti popok dengan segala keriweuhan dan basah-basah-annya, mana dia lagi pakai kaoskai dan sepatu lengkap, aku dengan gamis dan jilbab yang melambai-lambai, tapi alhamdulilah masih bisa tepat waktu, padahal sempet ada adegan lari lari kecil bawa ransel dan bayi digendongan, ngos-ngosan ke travel dan ternyata jadwalnya diundur 15 menit ke jam 10 tepat hhhhuuuhhh alhamdulilah nggak telat, malah sempet main lagi nunggu keberangkatan.
Tiba armada travel ke Bandung, kami sudah tenang Syams ganti popok baru, perutnya kenyang, dan bener aja, begitu berangkat dia minta memem (nyusu) nggak lama langsung pules, ples mamaknya juga ikutan pules. Perjalanan yang bisanya 2 sampai 3 jam, kemarin kami tempuh 5 jam karena ada pembangunan LRT dan 1 sisi jalan yang ditutup untuk pembangunan entah apalagi saya nggak tahu.
Kami tiba di Bandung pukul 3 tepat, saya menginap di Aston Tropicana yang sebenarnya dekat dengan pool Xtrans Bandung, tapi dengan bawa bayi dalam pangkuan, 1 ransel, 1 koper dan 1 tas jinjing kayanya bakal riweuh bin repot, alhamdulilahnya ada mas-mas yang mau bantu bawain koper sampe lobby hotel (terimakasih anak muda dimanapun kau berada). Bisa chekin dan akhirnya bisa Istirahat sambil nunggu temen-temen buat meetup mumpung suamik belum datang hehee.






PS: ternyata traveling berdua bareng bayik nggak se-mengerikan yang aku banyangin, banyak pertolongan takterduga datang dari sana sini, kayanya nggak tega liat mamak-mamak riweuh bawa bayi hihii.