Showing posts with label Syams. Show all posts
Showing posts with label Syams. Show all posts

Monday, November 17, 2025

Siblings














*setelah menjadi draft bertahun-tahun lamanya (sejak 2019), akhirnya diposting juga
mama papa love you both soleh soleha

Monday, January 28, 2019

Maryam Cyra Raniyah (Lahiran anak ke dua)

Assalamualaikum pembaca baru di tahun baru, mau cerita proses kelahiran anak kedua nih yang terlewat hampir 9 bulan yang lalu hihii. Sejak Cyra lahir hidup yang tadinya settle jadi dimulai dari 0, milai dari atur jadwal, mengolah emosi dan banyak lainnya.


Karena Syams lahir diusia kehamilan 37 minggu, saya dan suami sudah ke-geer an untuk kelahiran anak kedua ini juga akan sama seperti kakaknya, yaa nggak akan jauh bangetlah bedanya, paling 38 minggu (yang mana ternyata kita sotoy banget). Karena sudah ke pede an akan lahir maju 3 minggu dari HPL yang diberikan obgyn, saya mengirimkan semua vitamin dan suplement pada adik saya di Bandung, biar nggak mubazir niatnya, kan bayinya sebentar lagi lahir wkwkwkwk sok tau banget yaa. Nah ternyata belum ada tanda-tanda mau melahirkan sejak minggu ke 37, lalu diminggu ke 38 juga ini bayi anteng banget, minggu 39 diem-diem bae nih bayi diperut yang malah membuat saya dan suami deg-degan, kok nggak keluar-keluar, takut ketubannya keruh, ketuban kering, takut harus di induksi, takut di operasi dan banyak takut-takut lainnya.




Apa saja yang sudah dilakukan selama deg-degan menanti kelahiran bayi? Saya jalan pagi jauh banget sambil dorong syams pakai stroller, soalnya dia minta gendong kalau kejauhan, capek katanya. Saya rajin banget squad dirumah sampai berkali – kali jalan jongkok demi agar si bayi cepet keluar. Masuk ke 40 minggu kurang satu hari dari HPL, saya merasakan gelombang cinta itu pagi hari lembut tapi pasti yang sampai siang tiba-tiba hilang. Saya tunggu hingga ashar nggak ada lagi si gelombang itu, flek darah nggak ada, ketuban apalagi, duh makin stress rasanya. Dan akhirnya kami putuskan kontrol obgyn karena memang ini HPL-1  dan menanyakan status bayi, aman nggak untuk ditunggu, posisi bayi dan kondisi ketuban. Dokter bilang semua baik, bisa ditunggu maksimal 1 minggu, kalau nggak ada pembukan terpaksa dan mau-nggak mau harus operasi, huwaaaaaaa pengen nangis rasanya, takut, gelisah, nggak ridho dan nggak berani campur aduk. Saya diminta pulang dan menunggu dirumah, karena memang nggak ada pembukaan di magrib itu.




Sesampainya dirumah, saya makan dan bermain biasa dengan Syams sambil menunggunya tidur, perut sudah berat dan begah, sesek banget dan sulit bergerak. Jam 22.00 tiba-tiba datang gelombang dahsyat itu, yang nggak se mulus tadi pagi, getarannya terasa langsung kenceng dan nyelekit, jedanya juga nggak terlalu panjang, terus berlangsung sampai jam 23.00, bapake dan Syams sudah tidur, saya download applikasi untuk mengetahui waktu yang pas untuk ke rumahsakit, saat jam 23.00 saya lihat applikasi berkali-kali dan memang diminta pergi ke RS tapi yaa kok nggak percaya. Dicoba lagi 3 termin dan hasilnya tetap sama, saya harus segera ke RS. Syams tiba-tiba bangun dan nangis mungkin mendengar mamanya yang dari tadi mengaduh kesakitan, akhirnya saya putuskan berangkat ke RS Permata Serdang didekat rumah. Sebelumnya saya telfon ibu ART saya untuk ikut menemani, bilang sepertinya sekarang mau melahirkan. Kami tiba di RS pukul 00.30 dan setelah di cek bukaan sudah bukaan 3, saya diminta menunggu untuk tes lain, padahal itu posisinya sudah nggak bisa ngomong, pucet dan melilit banget, si gelombang cinta datang bertubi-tubi tanpa jeda, saya ngos-ngosan dan kecapekan. Saat diantar kursi roda karena sudah nggak kuat jalan, saya kira akan di bawa ke ruang bersalin, ternyata saya malah dibawa ke kamar inap. Nggak lama setelah ditinggal perawat saya merasakan mules luar biasa, seperti ada yang menendang nendang ingin melompat, saya nggak kuat nahan rasa itu dan mengedan sambil berdiri, sambil berpegangan pada ibu, karena bapake lagi diluar cari dokter.

Byuuur air ketuban meluncur ke lantai, diikuti suara meletus, air deras banyak dan bening keluar dari jalan lahir, lega rasanya setelah ketuban keluar, ternyata begini rasanya pecah ketuban, saat lahiran Syams dulu ketuban ini digunting dokter saat bukaan lengkap, jadi saya baru tahu rasanya sekarang. Setelah lega sebentar karena ketuban pecah, rasa melilit itu datang lagi dan keinginan untuk mengedan lebih besar lagi, kamar tiba-tiba penuh oleh bidan, perawat dan dokter yang heran kok saya pecah ketuban duluan diruang inap tanpa pendamping, malam itu chaos sekali, panik, sakit dan menegangkan, tapi lucu kalau saya ingat sekarang.

Saya dibawa dengan ranjang menuju ruang bersalin saking sakitnya dan sudah nggak bisa berdiri lagi, rasanya kepala bayi sudah keluar, tapi dokter maya (Obgyn ku) belum datang, dan dokter lain sedang menangani kelahiran lain, yaa ada 3 kelahiran bersamaan saat itu, dan saya paling akhir masuk ruangan, padahal si bayi sudah diujung, tapi saya diminta untuk menutup rapat paha, untuk jangan dulu mengejan (kan nggak bisaa ditahan). Sampai saya dengar bayi dipinggir lahir, dokter langsung mendatangi kaki, membuka dan brol, kepala bayi keluar, tapi lagi-lagi ditahan, pelan katanya, agar tidak banyak robekan, yang saya timpali dengan “nggak bisa ditahan doookk” hehhee galak bener kan ibu yang lagi melahirkan. Alhamdulilah nggak sampai semenit dan lahir dengan sekali hejan lahirlah kembali saya sebagai ibu, ibu-ibu tepatnya karena sekarang anaknya kan 2 hehehe. Hilang sudah sakit melilit tadi, hilang seketika nggak tahu kemana, lega rasanya, masyaallah allahuakbar.


Tepat setelah lahir dokter maya datang, dia langsung memegang jarum untuk menjahit diarea bawah sana, dan bayi di imd ke dada. Saya baru sadar, bapake mana? Kok nggak masuk? Ternyata dia nggak boleh masuk, sampai akhirnya selesai di jahit, bayi dibawa untuk dibersihkan dan di adzani disana oleh bapake (iyaa dia tetep ga boleh masuk hmmm). Saya diminta tiduran dulu sambil dibersihkan oleh perawat, dan nggak lama setelahnya ibu sama Syams datang, masuk dan menanyakan kabar, dia masih terjaga sejak kami boyong ke RS, ikut menyemangati di UGD dan menemani hingga adiknya lahir (mama terharu). Kenapa Syams dibawa ke RS saat proses melahirkan? Karena nggak ada opsi lain,  kami perantauan dan nggak ada orang tua disini, alhamdulilah sekali ART kami baik hati dan mau menemani seperti keluarga sendiri.



Pindahlah saya ke kamar perawatan, laper haus cape jadi satu. Dulu saat syams lahir saya di infus jadi nggak begitu terasa lelanya, yang ini karena proses nya cepet banget (muali dari bukaan, masuk UGD, kamar rawat dan melahirkan) jadi baru terasa setelahnya, kok nggak di infus yah? Mungkin keder soalnya tadi heboh prosesnya hihii.

Mama dari Bandung datang menemani siangnya, Syams masih setia mendampingi samapi jam 3 dini hari, ikut tidur di kasur sofa dengan bapake, dan mama mulai galaw, melow sedih jauhan sama Syams, percaya nggak percaya bayi yang diperut udah lahir, dan syams official jadi kakak sekarang. Bissmillah kita bisa ya Syams.


Sampai jumpa di postingan melahirkan beikutnya inysyaallah <3 <3 <3

Saturday, August 19, 2017

Traveling berdua dengan Syams

Assalamualaikum,, lama banget nggak posting tulisan, padahal baru enam bulan ini alpa tapi rasanya seabad (lebay) banyak yang terjadi dalam hidup, banyak yang ingin ditulis tapi kondisi yang membuatnya jadi sulit, kondisi dirumah dengan kehectican nya dan kondisi hati yang nggak mood bikin males nulis hehehee.
Weekend kemarin kami ada acara arisan keluarga di Bandung Soreang, tepatnya di Villa Bougenville yang berada dikaki Gunung Puntang, sekitar dua jam dari Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Bandung, karena kondisi jalanan ibukota yang sulit ditebak, apalagi kondisi di negara bagian Bekasi (ngikutin rangorang) dengan berbagai pembangunannya, jadilah saya dan Syams duluan ke Bandung Jumat pagi, sebelumnya pernah juga sih pergi berdua gini, tapi karena malam hari dan pakai travel door to door dengan Raka Travel jadi perjalanan nggak terlalu terasa, karena kami lewatkan perjalanan dengan tidur.
Bedanya perjalanan kali ini kami menggunakan Xtrans pagi, dimulai dengan Xtrans jam 5.30 dari Cilegon menuju pool Xtrans Jakarta di Hotel Kartika Candra, kami sampai tepat jam 7.30 jalanan masih lancar dan sepi, masih sempet update IG story juga sambil melow garagara nggak berangkat bareng bapake, lalu saat tiba ternyata jadwal jam 7.45 ditiadakan karena mobilnya sedang maintenance, jadilah kami menunggu jadwal berikutnya jam 9.45. sempat ada drama dulu, antara mau ngejar yang jam 9.00 diPancoran atau tetap nunggu aja jadwal 9.45, tapi akhirnya saya memutuskan menunggu di sana.
Kami menunggu lumayan lama, mulai dari buka perbekalan, jalan-
 jalan diloby hotel, ngajak syams main lihat ondel-ondel dan akhirnya matgay. Alhamdulilahnya selama perjalanan ke Jakarta dan menunggu keberangkatan yang lama ini Syams nggak rewel dan no cranky no drama (Alhamdulillah, makasih ya Allah) dia malah asik banget menikmati perjalanan dan ibu kota, sampai akhirnya saat hampir datang waktu keberangkatan dia pup, dalam hati sempet panik sih, haduuuh syams kalau kita ketinggalan nanti gimana, tapi kalau nggak diganti, polusi dimobil dan kasian dia bawa-bawa kotoran berjam-jam. Setelah mikir yang makan waktu juga, akhirnya kembali ke toilet hotel buat ganti popok dengan segala keriweuhan dan basah-basah-annya, mana dia lagi pakai kaoskai dan sepatu lengkap, aku dengan gamis dan jilbab yang melambai-lambai, tapi alhamdulilah masih bisa tepat waktu, padahal sempet ada adegan lari lari kecil bawa ransel dan bayi digendongan, ngos-ngosan ke travel dan ternyata jadwalnya diundur 15 menit ke jam 10 tepat hhhhuuuhhh alhamdulilah nggak telat, malah sempet main lagi nunggu keberangkatan.
Tiba armada travel ke Bandung, kami sudah tenang Syams ganti popok baru, perutnya kenyang, dan bener aja, begitu berangkat dia minta memem (nyusu) nggak lama langsung pules, ples mamaknya juga ikutan pules. Perjalanan yang bisanya 2 sampai 3 jam, kemarin kami tempuh 5 jam karena ada pembangunan LRT dan 1 sisi jalan yang ditutup untuk pembangunan entah apalagi saya nggak tahu.
Kami tiba di Bandung pukul 3 tepat, saya menginap di Aston Tropicana yang sebenarnya dekat dengan pool Xtrans Bandung, tapi dengan bawa bayi dalam pangkuan, 1 ransel, 1 koper dan 1 tas jinjing kayanya bakal riweuh bin repot, alhamdulilahnya ada mas-mas yang mau bantu bawain koper sampe lobby hotel (terimakasih anak muda dimanapun kau berada). Bisa chekin dan akhirnya bisa Istirahat sambil nunggu temen-temen buat meetup mumpung suamik belum datang hehee.






PS: ternyata traveling berdua bareng bayik nggak se-mengerikan yang aku banyangin, banyak pertolongan takterduga datang dari sana sini, kayanya nggak tega liat mamak-mamak riweuh bawa bayi hihii.

Friday, February 24, 2017

Hello Syams

Dia sibayi mungil  yang dulu lahir hanya 2,6 kilo sudah tumbuh besar nyaris 10 kilo sekarang, makin tinggi dan ganteng. Dia yang selalu pengen ikutan masak kalau saya didapur, menarik narik daster untuk digendong, menepuk nepuk kaki jiga tak lekas diangkat dan melihat saya menumis, bahaya memang tapi kami berdua dirumah tak ada yang bisa dititipi.

Dia yang sudah bisa menciumi pipi saya, kanan dan kiri ples suara muaaah ditiap sisi juga meninggalkan iler dipipi. Tak pernah terlewat dalam sehari jeritan mama terdengar dari bibir mungilnya, lengkingan jeritannya yang pas mendarat ditelinga selalu sukses bikin pening, dan yang selalu ikutan komen setiap belanja sayur dengan gaya bayinya, tata dada menunjuk wortel dan buncis, mengintip bude sayur yang membersihkan ikan dengan penasaran.

Dia yang bisa meniru gaya kami berdoa, mengangkat tangan lalu mengusapkannya ke muka,bisik bisik tanda berdoa, dan diulang sampai bosan. Masuk kedalam mukena setiap habis berdoa dan main tenda sepertinya yang dia maksudkan, senyum senang melihat cahaya yang terhalang kain mukena, dan ditariknya muka saya agar mengintip kedalam mukena.
Dia yang jalannya masih seperti robot, kadang jika terburu-buru dia mengambil jalan pintas lalu merangkak, terduduk di tengah perjalanan menuju kamar aduh nak, kamu menggemaskan. Jika datang temanya untuk bermain, entah mana yang harus duluan, melangkah atau jeritannya mereka saling berkejaran.

Sekarang dia sudah 12 bulan, usia yang dulu terasa jauh akan tergapai diawal kelahirannya yang penuh drama pasca lahiran. Usia dimana gula dan garam sudah halal untuk dicoba, mencoba lebih banyak varian makanan yang ada, minuman dan banyak jajanan. Banyak doa dan harapan yang terucap, bukan hanya dihari ini, tapi ratusan hari bahkan sebelum kamu lahir, semoga allah mengabulkan semua aamiin

With love, Ummu Syams

Cilegon Februari 2017

Sunday, January 15, 2017

Syams First Word

Assalamualaikum,, malem-malem nyempetin nulis, soalnya lagi seneng banget lately ada yang cerewet banget manggil-manggil saya. Bangun tidur yang diteriakin saya, kalau nyari mangil-manggil sampe nangis minta nenen tetep kata itu yang keluar “MAMA”.

Sebetulnya Syams ini memang sudah keliatan kecerewetannya sejak bayi, dia hobi banget bubbling tatata dadada seharian, sampe sempat kami upload segala di youtube cute baby tatata sangking gemesnya, nah akhir tahun kemarin dia pertama kali bilang kata mama yang bukan tanpa makna, menyebut mama sambil lihat saya, manggil sih kayanya dia and its mean dia bukan sedang bubbling lagi, seneng deh kata pertama yang diucapkan sang bayi itu ya manggil saya mamanya (bukan papanya juga heheu), bangga dong wong tiap hari main makan mandi segala rupa sama mama nya, masa first word nya tiba-tiba eyang kan nggak terima (emak-emak posesif).

Sampailah ke hari ini hari dimana karena dia baru punya sedikit kosa kata (sekarang syams sudah bisa manggil papa juga) itulah yang diulang-ulang sepanjang hari. Alhamdulillahnya belom bosen sih ya denger syams manggil mama papa terus seharian, tapi pengennya kalau bisa nambah kosakatanya nenen, mimi, mandi, makan, sekolah dan bisa syahadat hehehe kelebayan emaknya. Seneng banget nggak pernah miss momment perkembangan anak, semoga bisa terus menemani yaa anakku yang soleh. 

Ummu Syams
Cilegon 2017

Tuesday, December 27, 2016

Kangen

Assalamualaikum,, menjelang tengah malam gini mendadak bikin tulisan mama, bukan karena bulan Desember jadi latah bikin tulisan ke ibu-ibuan kayak gini yah, tapi emang beneran kangen aja. Banyak hal terjadi beberapa tahun terakhir ini, dilamar, menikah, pindah rumah, hamil, melahirkan lalu membesarkan seorang anak. Awalnya nggak sadar sih tentang semua ini, proses yang dijalani ini, nggak ngeuh sama yang dirasakan sejak pisah rumah dan jauh, perasaan yang muncul setiap berinteraksi sama Syams, ingatan yang tiba-tiba kembali ke masalalu dan setelah sekian lama saya baru sadar, yup saya kangen mama.

Pernah denger nggak “nanti kalau kamu punya anak, coba rasain sendiri” pernah? Saya sering, mama yang bilang dulu, saat saya bilang kulitnya mulai keriput atau saat matanya muncul kerutan. Sering juga dengar tentang “nanti kerasa kalau udah punya anak” saat bandel dan nggak nurut, berontak akan sesuatu dan meninggi saat diskusi. Hari-hari saya sekarang diisi oleh kenangan itu, dimulai saat sulitnya masa-masa ngidam ditrimester awal kehamilan “mamah dulu gini juga ya” melewati mulesnya kontraksi dan rasanya berjuang saat lahiran normal. Sampai sekarang setiap mengajarkan hal baru ke Syams tiba-tiba ingatan masalalu itu muncul, ingatan ketika saya mengajarkan Syams minum dengan gelas, saat Syams yang cemburu meliat saya dan papamya pelukan, ingatan itu sering muncul, kenangan masa kecil saya dengan mama dan alm bapak (mendadak melow).

 Dari yang awalnya 24 jam bersama hingga  sekarang yang hanya diwaktu-waktu tertentu baru bisa mudik kebandung, mama tetep jadi partner love hate relationship (beneran deh, padahal lagi jauhan tapi kalo lagi berantem yaa berantem aja), banyak hal yang beliau ajarkan, dan nggak sedikit yang saya terapkan untuk keluarga, walaupun ajaran mama nggak semuanya sempurna, tapikan itulah yang menjadikan saya menjadi saya yang sekarang.


Bingung mau nutup postingan ini gimana, yang pasti merry mau bilang “maah... merry kangen, merry sayang mama...”

Thursday, August 11, 2016

Pantai Pertamanya

Assalamualaikum

Alhamdulillah kemarin Syams nyicip juga angin pantai heheu, air asin pertamanya, awal deburan ombak yang kena kaki  dan pasir pertama yang dijejak.

Weekend kemarin kami sekeluarga ke Anyer, pantai terdekat dari rumah lessthan 1 jam sih kalau mau kesana dan nggak pake macet, bahkan 45 menit saja saat pulang saking sepinya jalanan. Saat usia kandungan saya 9 bulan bersama mama mertua itu terakhir kami ke Anyer, lalu melahirkan dan belum boleh dong bayi ke tempat yang banyak anginnya begitu, baru kemarin deh kami bawa. Syams awalnya girang sampai hotel tapi saat kami menuju kolam renang dia mulai diam tanpa ekspresi yang tadinya cerah ceria jadi merengut heheu lucu banget yah si bayi ekspresif ini.



Masuklah kami ke area pantai setelah foto-foto, angin kencang dan ombak yang lumayan banyak masuk ke bibir pantai membuat kita pengen langsunng nyoba nyemplungin kaki syams ke laut dan ternyata anaknya takut hehee tapi nggak pake nangis, cuman ngangkat aja kakinya lama-lama mau deh, besoknya dicoba lagi dan prosesnya sama kayak kemarin kirain bakal lebih relax hihii.




Semoga nanti suka air dan lautan, jago renang dan nyelam, bisa jadi partner snorkling dan diving sama mama yaa sayang.

Monday, June 27, 2016

Dear My Syams

Assalamu’alaykum
 
Hai anaku sayang, kamu sekarang sudah lima bulan hampir enam bulan. Kita sedang siap-siap mau mudik, iya mudik pertamanya Syams, trip pertama ke Bandung, Tasik, Cirebon nonStop. sehat yaaa sayang, kuat, dan nggak cranky selama liburan dan diperjalanan.

Syams sudah bisa tengkurep dan balik lagi sebetulnya, tapi masih jarang aja, kalau kelamaan tengkurep nangis, nggak mau jauh dari mama dan nangis kalau ditinggal. Masak, nonton TV, beberes rumah, dan saat posting blog pasti ada sepasang mata kecil bulat dan jernih yang liatin mama sekarang. Sering bangunin tidur mama sama papa, pukul-pukulin pipi kita, masih ngantuk sih taapi kita tetep bangun dan nggak mungkin marah, soalnya begitu bangun liat pipi kamu yang nyembul itu dengan senyum yang keterlaluan gemesinnya.

Maafin atas segala keusilan kita yaa nak, semua yang bakal kamu dengar dari om tante atau nene kake saat kamu besar kelak. Pokonya kita sayang kamu.