Sunday, January 15, 2017

Apakah Yakult Bisa Menyembuhkan Diare?

Assalamualaikum,, masih semangat mau share tentang kejadian yang baru ajah dialami minggu kemarin. Pagi itu saya bangun dengan nggak enak badan, berat, pegel dan berasa lalungse kalau orang bandung bilang, padahal sehari sebelumnya saya nggak habis ngerjain project DIY atau bebenah taman, terus minta dikerokin sama si teteh dan hasil dari nahan sakit ples geli kerokan itu punggung merah ungu semua, sempet foto dan dikirim ke suami buat laporan istrinya meriang, awalnya dikira masuk angin biasa dan bakal baikan sesaat setelah dikerok, balur minyak kayu putih, minum teh manis dan tidur sebentar, tapi ya kok malah kebablasan, badan makin remuk rasanya, ngga kuat ngapa-ngapain sholat aja sambil duduk, duh kenapa nih apa mau flu yaa.

Sampai besoknya saya malah diare, muntah-muntah dan berhasil ngurangin BB sampe 3 kilo kalau diniatin olahraga malah ngga pernah turun hehe, lemes banget udah nyoba minum diapet, minum jus jambu, teh pait tapi tetep nggak bisa ngurangin melilit dan bolak-balik kamar mandi. Buat ngurangin lemes saya minum trolit serbuk mirip oralit hanya kandungannya lebih lengkap dan rasanya lebih enak, tapi perut masih melilit dan frekuensi BAB juga masih sering. Akhirnya iseng googling penyebab diare dan ternyata bangak banget yang salah satu penyebabnya adanya kuman atau parasit dalam usus, nah tiba-tiba saya inget Yakult karena denger usus “cintai ususumu minum yakult tiap hari” jargonnya juara berarti yah sampe terngiang-ngiang gini hehe. Kenapa iinget yakult, karena ingat bahwa kandungannya merupakan bakteri baik yang bisa melawan bakteri jahat di perut, lalu saya mulai googling “Apakah yakult bisa menyembuhkan diare?” ternyata banyak juga yang berfikiran seperti saya dan mencarinya di google. Setelah baca berbagai artikel dan sumber ternyata kesimpulannya bisa, bissmillah saya coba beli saja dulu dan minum, kalau dihari ke tiga masih melilit baru deh nyerah ke dokter. Alhamdulillah qodarullah saya sembuh setelah minum dua botol yakult agak mulai berkurang melilitnya, saya minum lagi satu botol siang hari dan satu botol sore harinya dan alhamdulillah berakhirlah diare ini. Untuk yang sedang diare dan mau coba juga yakult sebagai alternatif obat ada yang perlu diperhatikan 1. Sebaiknya minum setelah makan atau perut cukup terisi, karena rasa asam pada yakult takutnya malah bikim melilit 2. Lihat tanggal kadaluarsa pada kemasan, karena mengandung probiotik dan tanpa pengawet biasanya yakult diproduksi dalam batas waktu yang tidak terlalu lama 3. Baca dari artikel yang lalu, bakteri baik ini lebih efektif bekerja saat dingin, lebih enak juga sih rasanya kalau dingin menuruut saya.


Jadi kesimpulannya apakah yakult bisa menyembuhkan diare? Kalau saya sih iya. Tapi yaa memang betul kata pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati, mendingan jaga kebersihan tangan dan makan biar nggak kena diare lagi deh daripada melilit 3 hari kaya kemaren. Semoga kita semua diberi kesehatan yang sempurna aamiin.

Syams First Word

Assalamualaikum,, malem-malem nyempetin nulis, soalnya lagi seneng banget lately ada yang cerewet banget manggil-manggil saya. Bangun tidur yang diteriakin saya, kalau nyari mangil-manggil sampe nangis minta nenen tetep kata itu yang keluar “MAMA”.

Sebetulnya Syams ini memang sudah keliatan kecerewetannya sejak bayi, dia hobi banget bubbling tatata dadada seharian, sampe sempat kami upload segala di youtube cute baby tatata sangking gemesnya, nah akhir tahun kemarin dia pertama kali bilang kata mama yang bukan tanpa makna, menyebut mama sambil lihat saya, manggil sih kayanya dia and its mean dia bukan sedang bubbling lagi, seneng deh kata pertama yang diucapkan sang bayi itu ya manggil saya mamanya (bukan papanya juga heheu), bangga dong wong tiap hari main makan mandi segala rupa sama mama nya, masa first word nya tiba-tiba eyang kan nggak terima (emak-emak posesif).

Sampailah ke hari ini hari dimana karena dia baru punya sedikit kosa kata (sekarang syams sudah bisa manggil papa juga) itulah yang diulang-ulang sepanjang hari. Alhamdulillahnya belom bosen sih ya denger syams manggil mama papa terus seharian, tapi pengennya kalau bisa nambah kosakatanya nenen, mimi, mandi, makan, sekolah dan bisa syahadat hehehe kelebayan emaknya. Seneng banget nggak pernah miss momment perkembangan anak, semoga bisa terus menemani yaa anakku yang soleh. 

Sunday, January 8, 2017

Resolusi 2017

Assalamualaikum, posting pertama ditahun ini. Memulai posting dengan resolusi kayanya sudah jadi kebiasaan saya dibeberapa tahun ini, walaupun pernah juga sih kelewat bikin tapi spiritnya inysyaallah masih ada. Kenapa harus ada resolusi kalau ternyata nanti tidak tercapai? Tidak terpenuhi? Dan tidak terlaksana? Karena tetep harus ada tujuan dalam diri, pencapaian dalam hidup dan cita-cita yang ingiAn diwujudkan (bagus bener niatnya ya hehehe). 

Apa yang berbeda dari resolusi tahun ini? Banyak! Mulai dari resolusi pribadi sekarang saya menjadi juru catat resolusi keluarga, resolusi suami dan membuat pencapaian syams di tahun 2017 ini.

Resolusi 2017
1.       Hamil anak ke 2 (aamiin)
2.       Bisa agak kurus sebelum hamil hehhee
3.       Lebih rajin dhuha dan memulai sholat malam
4.       Bisa shaum Ramadhan (soalnya udah 2x Ramadhan banyak banget bolongnya)
5.       Mulai rapi dalam pencatatan keuangan
6.       Rajin posting blog yang bermanfaat


Semoga semua bisa terlaksana dan dapat kejutan baik dari Allah diawal tahun ini aamiin, jadi gimana? Udah bikin resolusi juga tahun ini?




Tuesday, December 27, 2016

Kangen

Assalamualaikum,, menjelang tengah malam gini mendadak bikin tulisan mama, bukan karena bulan Desember jadi latah bikin tulisan ke ibu-ibuan kayak gini yah, tapi emang beneran kangen aja. Banyak hal terjadi beberapa tahun terakhir ini, dilamar, menikah, pindah rumah, hamil, melahirkan lalu membesarkan seorang anak. Awalnya nggak sadar sih tentang semua ini, proses yang dijalani ini, nggak ngeuh sama yang dirasakan sejak pisah rumah dan jauh, perasaan yang muncul setiap berinteraksi sama Syams, ingatan yang tiba-tiba kembali ke masalalu dan setelah sekian lama saya baru sadar, yup saya kangen mama.

Pernah denger nggak “nanti kalau kamu punya anak, coba rasain sendiri” pernah? Saya sering, mama yang bilang dulu, saat saya bilang kulitnya mulai keriput atau saat matanya muncul kerutan. Sering juga dengar tentang “nanti kerasa kalau udah punya anak” saat bandel dan nggak nurut, berontak akan sesuatu dan meninggi saat diskusi. Hari-hari saya sekarang diisi oleh kenangan itu, dimulai saat sulitnya masa-masa ngidam ditrimester awal kehamilan “mamah dulu gini juga ya” melewati mulesnya kontraksi dan rasanya berjuang saat lahiran normal. Sampai sekarang setiap mengajarkan hal baru ke Syams tiba-tiba ingatan masalalu itu muncul, ingatan ketika saya mengajarkan Syams minum dengan gelas, saat Syams yang cemburu meliat saya dan papamya pelukan, ingatan itu sering muncul, kenangan masa kecil saya dengan mama dan alm bapak (mendadak melow).

 Dari yang awalnya 24 jam bersama hingga  sekarang yang hanya diwaktu-waktu tertentu baru bisa mudik kebandung, mama tetep jadi partner love hate relationship (beneran deh, padahal lagi jauhan tapi kalo lagi berantem yaa berantem aja), banyak hal yang beliau ajarkan, dan nggak sedikit yang saya terapkan untuk keluarga, walaupun ajaran mama nggak semuanya sempurna, tapikan itulah yang menjadikan saya menjadi saya yang sekarang.


Bingung mau nutup postingan ini gimana, yang pasti merry mau bilang “maah... merry kangen, merry sayang mama...”

Thursday, December 22, 2016

Muslim Harus Kaya

Assalamualaikum,, masih semangat nulis disaat bayi tidur nih alhamdulillah. Mau cerita sedikit oleh-oleh dari seminar Haji dan Umroh yang saya dan suami ikuti beberapa waktu lalu di Serang. Ada sedikit yang menggelitik dari pa Udztad saat menyampaikan materi “orang Islam harus kaya, nggak boleh miskin, dan jangan malu berdoa minta kaya” itu yang beliau sampaikan lalu terpatri dihati hingga kini.

Beberapa malam setelahnya saya ngobrol sama suami tentang penampilan orang-orang shalih yang nampak “biasa aja” aneh liatnya bikin nggak tertarik sama Islam, lalu saya jawab dengan zuhud namanya. Zuhud itu kebalikan dari cinta atau semangat atau berpaling, jadi orang-orang shallih yang zuhud dunya itu mereka yang berpaling dari kenikmatan dunya tapi bukan berarti mereka nggak punya dunya (kekayaan) hanya saja menikmatinya dengan cara berbeda.

Mencontoh rasulullah yang selalu dianggap miskin karena hadist yang mengisahkan beliau yang tidur dipelapah kurma, hingga membekas dipunggungnya, membuat kita beranggapan semiskin itu rasul hingga beliau harus bersusah-susah seperti itu. Lupakah juga bahwa beliau memiliki kendaran terbaik di zamannya? Seekor unta perang paling gagah yang kalau mau dikonversikan saat ini dengan mobil palimg baik berapa kah harganya? Adakah orang miskin memilikinya? Lupa juga kah tentang mahar yang beliau berikan kepada Siti Khadijah saat meminangnya? Yang jika dikonversikan rupiah saat ini bisa mencapai ratusan juta rupiah. Masih berfikiran rasulullah miskin? Sebaiknya kita makin rajin membaca tentang beliau lebih banyak lagi.

Kembali lagi ke acara seminar itu, saat sang Udztad memberi tahu cara untuk kaya, untuk apa jadi kaya, mau diapakan kekayaan kita agar tak sulit menjawabnya saat hisab kelak. Mulai saat itu sampai sekarang dan inysyaallah istiqomah hingga nanti saya bisa berdoa dan meminta untuk kaya, saya dengan malu-malu meminta harta yang datang itu banyak juga melimpah, yang halalan toyibah harta yang berkah yang jika kami gunakan harta tersebut untuk ibadah tak ada rasa gelisah menggelayut dalam dada, kekayaan yang bisa menuntun anak keturunan saya untuk menjadi ikhsan terbaik. Saya berdoa minta dijadikan orang kaya yang dengan kekayaannya bisa membawa keluarga kami menuju jannah, yang saking kayanya bisa menghaji umrohkan banyak orang, karena patokan kaya menurut saya jika hati sudah tidak merasa berat mengeluarkan uang untuk menghaji kan orang lain (aamiin yaa allah).

Semoga doanya diijabah usahanya dipermudah dan bisa diamalkan juga yaa doanya buat yang baca, agar kita menjadi umat yang tangguh, umat yang kuat, umat yang membanggakan aamiin.