Sunday, July 17, 2016

Luka

Assalamualaikum 

Pulang mudik beberapa hari yang lalu sambil membawa sebuah cerita, cerita tentang sebuah luka kecil yang ternyata sangat bermakna, memang Allah selalu menyapa kita dengan caranya.

Sampai saya sebesar ini, baru kemarin akhirnya saya mengerti ungkapan yang menyebutkan bahwa, saat kita terkena musibah, ditempa cobaan, itu tandanya Allah sayang sama kita dan sedang memperhatikan kita. Telat yah hehehe,, tapi yaa namanya juga manusia, kita akan selalu mengerti dengan cara masihng-masing kan?
Ceritanya kami sedang memilih pakaian untuk Syams di sebuah toko perlengkapan bayi di Cirebon, karena tempatnya yang penuh,cuaca menyengat dan saya  yang terburu-buru saat memasanng gendongan kangguru dibadan suami kemudian “klik” terjepitlah jari manis kiri saya, luka kecil tapi lumayan dalam karena saya lihat berdarah dan ada kulit yang sobek, tapi terabaikan dengan kegiatan belanja.

Setelah beberapa lama mulai terasa nyut-nyutan dibagian luka itu, lalu saya lihat dan bersihkan kulit menganga itu dan berusaha mengabaikan, ternyata terasa kembali saat saya mandi dan cuci piring yang akhirnya membuat saya terus melihat dan merasakan sakit di jari manis saya itu yang sebelumnya hampir tidak pernah saya perhatikan sebelumnya. Alhamdulillah lukanya makin kecil, kering dan menutup dan sekarang hanya tersisa bekasnya saja yang akan hilang beberapa hari lagi.

Ditengah sakit itu saya sempat cerita kesuami saya tentang yang saya rasakan dan terlintas

 “yang kayanya bener deh ternyata kalau ada cobaan yang dialami seorang hamba, tandanya Allah sedang memperhatikan” 
 
ditanggapi denngan muka penuh tanya lalu saya lanjutkan

“iya luka aku yang kemarin itu sakit deh perih, padahal bagian tubuh lain sehat tapi yang sering aku lirik si jari ini, dari 99,9% bagian tubuh aku yang sehat, malah jadi hanya terasa si 0,01% bagian yang luka ini, jadi sering aku lihat, tiup dan jadi lebih hati-hati kalau terkena sabun, jadi kaya bener kalau Allah sedang sama perhatian hamba yang sedang dia beri  cobaan kan , sebelum ada luka begini mana pernah aku llirik si jari manis ini sesering sekarang, masya allah banget ya”

Kalian pernah juga nggak ngerasain? Dan kepikiran seperti saya?

Monday, June 27, 2016

Dear My Syams

Assalamu’alaykum
 
Hai anaku sayang, kamu sekarang sudah lima bulan hampir enam bulan. Kita sedang siap-siap mau mudik, iya mudik pertamanya Syams, trip pertama ke Bandung, Tasik, Cirebon nonStop. sehat yaaa sayang, kuat, dan nggak cranky selama liburan dan diperjalanan.

Syams sudah bisa tengkurep dan balik lagi sebetulnya, tapi masih jarang aja, kalau kelamaan tengkurep nangis, nggak mau jauh dari mama dan nangis kalau ditinggal. Masak, nonton TV, beberes rumah, dan saat posting blog pasti ada sepasang mata kecil bulat dan jernih yang liatin mama sekarang. Sering bangunin tidur mama sama papa, pukul-pukulin pipi kita, masih ngantuk sih taapi kita tetep bangun dan nggak mungkin marah, soalnya begitu bangun liat pipi kamu yang nyembul itu dengan senyum yang keterlaluan gemesinnya.

Maafin atas segala keusilan kita yaa nak, semua yang bakal kamu dengar dari om tante atau nene kake saat kamu besar kelak. Pokonya kita sayang kamu.


Resep Donat Kentang

Assalamu'alaykum

Seneng deh Ramadhan sekarang di rumah nggak sepi kayak Ramadhan tahun lalu, ada bayi dan si  teteh (asisten rumah tangga saya sekarang) plus anaknya yang masik TK. Mereka hampir tiap hari kerumah kecuali minggu karena libur.

Beberapa hari yang lalu kami praktek bikin Donat Kentang resep teteh yang dimodifikasi sana sini biar lebih enak, kebetulan mau buka bersama di rumah tante dan niatnya memang mau bawa sesuatu. Ini Resep Donat Kentang ala Mama Syams

Bahan:
1 kg tepung terigu
½ kg kentang (rebus kupas)
6 sendok makan gula pasir
1 bks mentega (saya pakai blueband)
11 gr Fernipan (1 bungkus skali pakai)
½ sendok teh baking soda
Minyak untuk menggoreng

Topping :
Mentega
Meses coklat
Keju
Abon
Gula halus

Cara membuat:
Campur telur mentega dan gula sampai pucat, lalu masukan kentang yang sudah direbus dan di lumatkan, fernipan dan baking soda, lalu terigu sampai kalis, diampan hingga mengembang kira-kira 30 menit, cetak donat lalu diamkan mengembang kembali, goreng dan beri  toping.





Untuk resep tadi saya bisa dapat sampai 150 – 200 buah donat. Banyak banget memang untuk resep percobaan ini, tapi alhamdulillah tetangga bisa ikut nyicip juga, dan bisa dibawa untuk acara buka bersama beberapa hari setelahnya. Rasanya enak bener deh bukan karena bikinan sendiri, tapi yaa memang enak, bahkan tanpa toping pun enak, makan langsung setelah goreng apalagi  hehee.


FYI: adonan ini nggak harus langsung habis kok, bisa disimpan dalam kulkas dalam bentuk adonan, jadi saat mau d goreng cetak lagi, tunggu mengembang lagi, kemudian goreng. Selamat mencoba!

Thursday, June 2, 2016

My stupid Boss (Book Review)

Gemeeeeessssss!!! (tanda serunya tiga biar keliatan gemes banget)

Gemes banget sama kelakuan Bossman dibuku serial My Stupid Boss, dan anehnya orang-orang malah senang dan cenderung terhibur sama kelakuan “ajaib” Bossman.

Pasca melahirkan januari lalu, saya memulai aktivitas membaca kembali. Sebelum Syams berusia 40 hari saya sudah menyelesaikan hampir 7 buku, yang didominasi dengan buku serial My Stupid Boss ini mulai dari buku pertama, sampai buku ke empat dan My Stupid Boss Fans Stories.

Buku bukunya nggak terlalu tebal, dengan font yang lumayan besar juga salah satu alasan yang bikin membaca buku ini bisa cepet banget, plus ceritanya yang mengalir. Kisah nyata dari Mba Kerani, tentang kelakuan “ajaib” Boss nya dikantor, settingnya di Malaysia dengan berbagai macam etnis yang ada didalamnya, plus kita bisa belajar kosa kata baru dari para pekerja di Kilang, pokoknya kita diajak merasakan kekejaman Bossman juga deh.

Alhamdulillahnya selama saya bekerja dulu nggak pernah tuh dapet boss nyeleneh macam Bossman, kayaknya boss saya yang terdahulu kelakuan nyebelinnya hanya sebatas kulit bawang dari tingkah si Bossman. Ingin merasa bersyukur dengan kondisi kantor dan Boss mu yang sekarang? Baca My Stupid Boss ini, sekarang sudah ada buku ke 5 nya.



Thursday, May 26, 2016

(another) Rangga

Beberapa hari lalu digrup “baru aku ngerasain kejadian kaya di tv-tv mampir dihidup aku, jadi io (anaknya) cerita kalau dia punya temen main yang nggak pernah pulang, tidur dimasjid, ga sekolah” yang ditanggapi beragam oleh kami, seperti :  “siapa?”, “rumahnya dimana?, “kasian ih” dan lain lain. Saya juga salah satu yang kepo sama chat singkat ini.

Beberapa jam tidak membuka chat karena momong Syams lalu membaca kembali detail cerita, bahwa si anak yang belakanngan ini diketahui bernama Rangga ternyata masih punya orang tua,” tapi waktu pulang ke rumah rumahnya di gembok” jawaban Rangga ke teh Eyi saat diajak kerumahnya untuk mandi dan makan. Agak simpang siur juga cerita tentang Rangga ini menurut teh Eyi, ada tetangga yang bilang rumahnya bukan dilingkungan situ, ibunya yang seorang pemandu lagu di karaoke dan sang bapak yang katanya “preman” bikin banyak orang mungkin malas berurusan dengan Rangga. Saat ada keluarga yang merawatnya, Rangga malah dimarahi, mungkin juga sampai melukai fisik bocah kecil yang baru kelas 3 SD.

Iyah anak sekecil itu berhari-hari pergi dari rumah tanpa ada yang mencari, tanpa bekal uang dan pakaian. “dia tidur di keset masjid” tambah teh Eyi saat menceritakan hidup Rangga selama di masjid, Rangga yang bajunya nggak pernah diganti bahkan sampai pernah mencongkel uang kencleng buat beli makan.

Sedih nggak sih bacanya? Saya sampe nangis loh waktu baca ini, kepikiran gimana kalau Syams diposisi itu (naudzubillahimindzalik). Sedih karena menurut keterangan teh Eyi yang minta orang DKM untuk ikut menyaksikan saat akan menyerahkan Rangga ke panti asuhan mereka nggak mau, sedih saat ornang-orang sekitar situ yang pasti tahu keberadaannya malah acuh dan menutup mata, sedih karena mereka nggak peduli dan memilih untuk diam.


Akhirnya teh Eyi ajak Rangga ke rumahnya untuk mandi, ganti baju dan makan, lalu mengantar Rangga ke Panti Asuhan untuk dititipkan (semoga allah membalas kebaikanmu dengan segala keberkahan di dunia dan akhirat ya teh), anaknya nurut diajak kesana dan mudah-mudahan malam ini dia tidur nyenyak nggak kedinginan lagi tidur di masjid.

Setelah tahu ada kejadian semacam itu, saya makin yakin. Yakin kalau kebaikan itu bukan perkara si kaya atau si miskin, kebaikan itu bukan perkara orang  yang mengerti agama atau tidak tahu tentang agama, bahwa kebaikan itu bukan datang dari kerabat dekat atau orang asing yang baru kita temui. Karena kebaikan itu pilihan, antara mau melakukannya, atau hanya melihat orang lain yang mengambil allih.

Semoga kalau ada kejadian serupa datang menyapa dikehidupan saya, saya bisa belaku baik dan tidak membiarkan orang lain yang ambil allih. aamiin