Thursday, August 11, 2016

Aston Anyer Beach Hotel (review)

Assalamualaikum,, pengen cerita pengalaman nginep di Aston Anyer Beach Hotel weekend kemarin dan ini bukan review berbayar yaa, emang beneran suka dan menyenangkan nginep disana jadi pengen share.


Dapet kejutan dari suami berupa bukti bayar booking online ke Aston Anyer Beach Hotel dan seneng banget, secara udah lama banget nggak mantai dan kayanya kita memang butuh liburan bertiga (padahal tiap weekend ada aja jadwal main sejak pulang mudik heheu). dari sejak mudik memang kita liburan juga sih walaupun judulnya mudik ataupun acara nikahan saudara. Nah untuk sekarang kita pengen nyobain liburan bertiga aja, cikcikbum family aja, lalu pergilah kita ke Anyer laut terdekat dari cilegon.


Sejak awal nikah sampai kemarin saya sudah beberapa kali diajak suami atau menemani teman kepantai Anyer, tapi selalu bertanya-tanya apa bagusnya sih sampai penuh terus setiap minggu, padahal pantainya biasa aja, lalu sampailah kami ke Aston Anyer Beach Hotel yang jaraknya beberapa km dari pantai Sambolo, pantai yang sering kami datangi dan ternyata bagus, baru tahu kalau ternyata banyak pantai bagus lainnya.

Aston Anyer Beach Hotel ini baru di Anyer, baru dibangun sekitar 2015 jadi bangunannya masih baru dengan design masa kini dan perawatan yang baik pas banget dapet kawasan pantai tanpa karang berpasir putih bikin kami jatuh cinta.





Kamarnya nyaman kebetulan kami menghadap gunung bukan ke laut tapi nggak mengurangi kesenangan kami, pelayanannya ramah dan makanannya enak-enak (sayang nggak ke foto soalnya riweuh nyuapin bayi). Ada dua pool disana, satu untuk dewasa dan yang satunya untuk anak, seneng deh akhirnya bisa berenang lagi walaupun nggak bisa dipake skuling karena kolam dewasanya hanya 1,4 meter doang, ada trampolin juga yang bisa di pakai anak-anak bergantian dan pantai yang disuguhkan pastinya. Pantai di Anyer memang banyak dibuat private untuk pengunjung hotel jadi bikin lebih nyaman.






Mudah-mudahan bisa nginep disana lagi dalam waktu dekat aamiin

Pantai Pertamanya

Assalamualaikum

Alhamdulillah kemarin Syams nyicip juga angin pantai heheu, air asin pertamanya, awal deburan ombak yang kena kaki  dan pasir pertama yang dijejak.

Weekend kemarin kami sekeluarga ke Anyer, pantai terdekat dari rumah lessthan 1 jam sih kalau mau kesana dan nggak pake macet, bahkan 45 menit saja saat pulang saking sepinya jalanan. Saat usia kandungan saya 9 bulan bersama mama mertua itu terakhir kami ke Anyer, lalu melahirkan dan belum boleh dong bayi ke tempat yang banyak anginnya begitu, baru kemarin deh kami bawa. Syams awalnya girang sampai hotel tapi saat kami menuju kolam renang dia mulai diam tanpa ekspresi yang tadinya cerah ceria jadi merengut heheu lucu banget yah si bayi ekspresif ini.



Masuklah kami ke area pantai setelah foto-foto, angin kencang dan ombak yang lumayan banyak masuk ke bibir pantai membuat kita pengen langsunng nyoba nyemplungin kaki syams ke laut dan ternyata anaknya takut hehee tapi nggak pake nangis, cuman ngangkat aja kakinya lama-lama mau deh, besoknya dicoba lagi dan prosesnya sama kayak kemarin kirain bakal lebih relax hihii.




Semoga nanti suka air dan lautan, jago renang dan nyelam, bisa jadi partner snorkling dan diving sama mama yaa sayang.

Sunday, July 17, 2016

Luka

Assalamualaikum 

Pulang mudik beberapa hari yang lalu sambil membawa sebuah cerita, cerita tentang sebuah luka kecil yang ternyata sangat bermakna, memang Allah selalu menyapa kita dengan caranya.

Sampai saya sebesar ini, baru kemarin akhirnya saya mengerti ungkapan yang menyebutkan bahwa, saat kita terkena musibah, ditempa cobaan, itu tandanya Allah sayang sama kita dan sedang memperhatikan kita. Telat yah hehehe,, tapi yaa namanya juga manusia, kita akan selalu mengerti dengan cara masihng-masing kan?
Ceritanya kami sedang memilih pakaian untuk Syams di sebuah toko perlengkapan bayi di Cirebon, karena tempatnya yang penuh,cuaca menyengat dan saya  yang terburu-buru saat memasanng gendongan kangguru dibadan suami kemudian “klik” terjepitlah jari manis kiri saya, luka kecil tapi lumayan dalam karena saya lihat berdarah dan ada kulit yang sobek, tapi terabaikan dengan kegiatan belanja.

Setelah beberapa lama mulai terasa nyut-nyutan dibagian luka itu, lalu saya lihat dan bersihkan kulit menganga itu dan berusaha mengabaikan, ternyata terasa kembali saat saya mandi dan cuci piring yang akhirnya membuat saya terus melihat dan merasakan sakit di jari manis saya itu yang sebelumnya hampir tidak pernah saya perhatikan sebelumnya. Alhamdulillah lukanya makin kecil, kering dan menutup dan sekarang hanya tersisa bekasnya saja yang akan hilang beberapa hari lagi.

Ditengah sakit itu saya sempat cerita kesuami saya tentang yang saya rasakan dan terlintas

 “yang kayanya bener deh ternyata kalau ada cobaan yang dialami seorang hamba, tandanya Allah sedang memperhatikan” 
 
ditanggapi denngan muka penuh tanya lalu saya lanjutkan

“iya luka aku yang kemarin itu sakit deh perih, padahal bagian tubuh lain sehat tapi yang sering aku lirik si jari ini, dari 99,9% bagian tubuh aku yang sehat, malah jadi hanya terasa si 0,01% bagian yang luka ini, jadi sering aku lihat, tiup dan jadi lebih hati-hati kalau terkena sabun, jadi kaya bener kalau Allah sedang sama perhatian hamba yang sedang dia beri  cobaan kan , sebelum ada luka begini mana pernah aku llirik si jari manis ini sesering sekarang, masya allah banget ya”

Kalian pernah juga nggak ngerasain? Dan kepikiran seperti saya?

Monday, June 27, 2016

Dear My Syams

Assalamu’alaykum
 
Hai anaku sayang, kamu sekarang sudah lima bulan hampir enam bulan. Kita sedang siap-siap mau mudik, iya mudik pertamanya Syams, trip pertama ke Bandung, Tasik, Cirebon nonStop. sehat yaaa sayang, kuat, dan nggak cranky selama liburan dan diperjalanan.

Syams sudah bisa tengkurep dan balik lagi sebetulnya, tapi masih jarang aja, kalau kelamaan tengkurep nangis, nggak mau jauh dari mama dan nangis kalau ditinggal. Masak, nonton TV, beberes rumah, dan saat posting blog pasti ada sepasang mata kecil bulat dan jernih yang liatin mama sekarang. Sering bangunin tidur mama sama papa, pukul-pukulin pipi kita, masih ngantuk sih taapi kita tetep bangun dan nggak mungkin marah, soalnya begitu bangun liat pipi kamu yang nyembul itu dengan senyum yang keterlaluan gemesinnya.

Maafin atas segala keusilan kita yaa nak, semua yang bakal kamu dengar dari om tante atau nene kake saat kamu besar kelak. Pokonya kita sayang kamu.


Resep Donat Kentang

Assalamu'alaykum

Seneng deh Ramadhan sekarang di rumah nggak sepi kayak Ramadhan tahun lalu, ada bayi dan si  teteh (asisten rumah tangga saya sekarang) plus anaknya yang masik TK. Mereka hampir tiap hari kerumah kecuali minggu karena libur.

Beberapa hari yang lalu kami praktek bikin Donat Kentang resep teteh yang dimodifikasi sana sini biar lebih enak, kebetulan mau buka bersama di rumah tante dan niatnya memang mau bawa sesuatu. Ini Resep Donat Kentang ala Mama Syams

Bahan:
1 kg tepung terigu
½ kg kentang (rebus kupas)
6 sendok makan gula pasir
1 bks mentega (saya pakai blueband)
11 gr Fernipan (1 bungkus skali pakai)
½ sendok teh baking soda
Minyak untuk menggoreng

Topping :
Mentega
Meses coklat
Keju
Abon
Gula halus

Cara membuat:
Campur telur mentega dan gula sampai pucat, lalu masukan kentang yang sudah direbus dan di lumatkan, fernipan dan baking soda, lalu terigu sampai kalis, diampan hingga mengembang kira-kira 30 menit, cetak donat lalu diamkan mengembang kembali, goreng dan beri  toping.





Untuk resep tadi saya bisa dapat sampai 150 – 200 buah donat. Banyak banget memang untuk resep percobaan ini, tapi alhamdulillah tetangga bisa ikut nyicip juga, dan bisa dibawa untuk acara buka bersama beberapa hari setelahnya. Rasanya enak bener deh bukan karena bikinan sendiri, tapi yaa memang enak, bahkan tanpa toping pun enak, makan langsung setelah goreng apalagi  hehee.


FYI: adonan ini nggak harus langsung habis kok, bisa disimpan dalam kulkas dalam bentuk adonan, jadi saat mau d goreng cetak lagi, tunggu mengembang lagi, kemudian goreng. Selamat mencoba!