Showing posts with label Events. Show all posts
Showing posts with label Events. Show all posts

Thursday, August 30, 2018

Seminar Mendidik Anak Sesuai Fitrah by Udztad Harry Santosa

Assalamualaikum,, mumpung masih semangat nulis jadi sekalian bisa posting tentang isi seminarnya juga, soalnya masih anget dikepala. Sejak ada instgram dan instagran story sejujurnya aku jadi lebih sering sharing sesuatu disana karena lebih praktis tanpa buka laptop, tapi tetep aja kangen sharing di blogspot, kangen posting pake repot yang harus edit sana sini, nulis agak banyak, edit foto dan ngumpulin niat yang super banyak buat buka laptop setelah bocah-bocah bobo hihii.

Nama Udztad Harry Santosa ini sebetulnya sudah nggak asing buat saya, yang walaupun belum tau siapa, belum pernah ikut seminarnya, juga belum pernah baca bukunya, tapi sering jadi bahan obrolan ibu-ibu di WAG IP Banten yang pernah ikut seminar beliau, atau baca bukunya dengan ilmu parenting yang bagus banget. Kemarin perdana saya ketemu beliau dan ikut mendengarkan seminarnya yang masyaallah banyak ilmu yang saya dapat dan berharap ada yang bisa diamalkan, aamiin.

Diawal seminar udztad menanyakan rata-rata usia peserta seminar yang ternyata kebanyakan ibu-ibu peserta kelahiran 80-90an, generasi ibu galaw katanya, kenapa disebut generasi ibu galaw? Sebab ibu-ibu ini mulai tidak percaya dengan sistem pendidikan sekarang, namun meragukan kemampuan dan kesiapannya untuk mengajari anak dengan mandiri di rumah (home schooling misal). Saya ngerasa banget sih masuk grup ibu galaw itu hehee. Dilanjutkan tentang pentingnya ayah dalam pengasuhan, yang ternyata peranannya sama penting dan sama porsinya dengan ibu, gimana caranya bisa menyeimbangi pengasuhan ibu yang notabenenya seharian dengan anak, dengan ayah yang dibilang minim waktu? Maksimalkan, buat jadwal dan quality time. Karena kebaikan seorang ayah akan tertular pada anaknya, seperti yang dicontohkan para nabi dan sesepuhnya juga teturunannya, yang kalau dipikir dan di ingat memang benar juga banyak nabi yang merupakan ayah anak, bahkan Nabi kita Ibrahim alayihi salam disebut juga bapaknya para nabi. Ternyata kebaikan itu mengalir, kearifan itu ditiru dan sebaik-baiknya warisan adalah ilmu, sebaik-baiknya amal adalah meninggalkan anak shalih. Udztad mengambil contoh Bapak BJ Habibie yang teguh dengan misi hidupnya di bidang dirgantara, kemudian mengalir menjadi misi hidup anaknya juga. Lalu apa peranan kita sebagai ibu? Kitalah yang harus 100% mendukung visi dan misi hidup suami, bawa suami kita dalam kesuksesan hidupnya, buat anak kita menemukan visi hidupnya. Jika seorang istri mendukung misi hidup suaminya sepenuh hati, maka cinta suami tak akan bertepi, yang dicontohkan dengan kisah cinta Pak Habibie kepada Ibu Ainun yang sempat di buat film paling romantis.

Apa yang terjadi jika suami belum menemukan misi hidupnya? Bantu cari, bersama bergandengan tangan menuju satu arah, “karena cinta itu bukan hanya saling bertatapan penuh mesra, tapi bergandengan tangan menatap suatu tujuan yang sama bersama”. Kemudian ingat suami di rumah, sebetulnya misi hidup dia apa yaa? Udah ketemu belum ya? Karena menurut beliau lagi (udztad Harry) jika seorang suami belum mengetahui visi hidupnya, salah kariernya bisa berakibat buruk buat keluarga. Tiap pulang kerja marah-marah, saat weekend enggan di rumah, kalau minggu sore mulai maagh (lucu emang pak udztad ini, menebar banyak quote hihii). Banyak kasus LGBT, kecanduan narkotik dan kenakalan lain, jika dilihat bermula dari kurangnya peran pengasuhan ayah di rumah. Jika Ayah abai, ibunya lalay, bersiaplah memiliki anak alay. Apa saja yang penting di terapkan oleh orang tua? Ada 3 hal yang harus diketahui,
1.       Tarbiyah = menanamkan fitrah anak
2.       Ta’dim = menanamkan adab
Kedua poin ini wajib dilakukan oleh orang tua, dengan pengajaran dan contoh
3.       Ta’lim  = belajar
Ini bisa dilakukan sendiri, atau diberikan oleh pihak ketiga (guru, udztad, sekolah, pondok dll)
Namun apa yang terjadi pada pendidikan saat ini? Anak sekarang seperti dikarbit, terburu-buru diminta dewasa, tergesa para orang tua untuk memanen hasilnya. Jika anak masuk TK sudah bergegas (terlalu dini) maka saat SD mulai lemas, dengan segala bentuk les dan pelajaran tambahan, lalu SMP nya gimana? Saat SMA takut kebablasan lalu masukan anak ke Pondok, padahal itu bukan solusi sama sekali. Mendidik anak kita cepat dewasa akan membuat orang dewasa yang kekanakan kelak. Tidak bertanggung jawab, tidak memahami visi hidup dan peran peradabannya di dunia. Tugas kitalah menghantarkan anak pada peran peradabannya.

Masih banyak lagi yang beliau bahas, namun sulit untuk saya sharing semua, next kalau ada seminar dan Udztad Harry sebagai pembicara aku rekomendasikan banget buat ikutan, inysyaallah manfaat. Dari sekian banyak ilmu semoga ada banyak yang bisa diterapkan dalam keluarga dan menular di linggkungan terdekat aamiin.

Wisuda Ibu Profesional Banten


Assalamualaikum,, lama tak jumpa sejak lahiran.  Alhamdulillah bisa wisuda lagi tanpa bikin skripsi hehhe, belajar tentang menjadi ibu memang nggak ada habisnya, terus mengalir berbagai tugas dan tantangannya, alhamdulilah di kelas matrikulasi Ibu Profesional Banten ini saya lulus dan naik kelas ke kelas Bunda Sayang, semoga bisa lulus sampe finish. Aamiin.

Wisuda gabungan ini bukan hanya untuk kelas matrikulasi, tapi juga berbarengan dengan kelas bunda sayang batch sebelumnya. Keriuhan mulai terasa sebulan sebelum acara, diinvite banyak grup persiapan wisuda, mulai dari rembukan persiapan seminar, ngobrolin ketentuan seminar dan yang paling seru adalah ngobrolin dresscode hehhee mamak-mamak tipikal banget ya. Acaranya bertempat di Kebun Kubil Garden Resto Serang, Sabtu 18 Agustus 2018 (sampai sekarang masih penasaran kubil itu artinya apa?). Acaranya padet banget sejak pagi dimulai dengan sambutan para pengurus Ibu Profesional Banten, promosi sponsor, dan penampilan drama dari rumah belajar menulis lalu masuk ke Seminar oleh Udztad Harry Santosa dengan tema Mendidik Anak Sesuai Fitrah. Setelah selesai istirahat makan dan sholat barulah dimulai acara foto wisuda per kelas, kelas matrik dan kelas bunda sayang, saya sangka akan ada prosesi seperti wisuda saya dulu, ternyata nggak hihii.

Untuk saya acara ini seperti booster untuk mood, mood belajar dan mood menjalani hari-hari kedepan. Pertama kalinya pisah sama Syams, dia yang sudah saya daftarkan Kids Corner di Kebun Kubil terpaksa nggak diboyong karena batuknya yang gohgoy kalau kata orang Sunda. Jadilah cikcikbum family ini pecah kongsi, saya ajak Cyra dan ibu Aas berangkat menuju acara, Syams dan papanya di rumah. Jangan tanya adegan berangkatnya, dia nangis kejer maksa ikut dan saat saya telfon papanya ternyata Syams masih nangis. Ini kali ke dua saya bertemu teman-teman IP Banten, sekali di awal kopdar matriks, absen sekali acara seminar karena hamil besar, dan sekarang saat wisuda. Karena jarangnya kelas offline di IP ini, maka acara wisuda sangat ditunggu buat kami untuk sekedar hai hai atau ngobrol mengenal lebih dekat, ada kejadian lucu menjelang wisuda. Saya ternyata pernah duduk sebelahan dengan teman sekelas matrik, namun tidak menyadarinya hihihii, pertama karena memang nggak bawa kacamata, kedua nggak ngeuh karena riweuh bawa anak dua yakaan.

Acara wisuda ini kalau boleh aku komentari, harusnya bukan wisuda deh, harusnya naik kelas, iya nggak sih? Soalnya kan belom lulus, tapi naik tingkat, dari kelas matrik ke kelas bunda sayang (just my thougt sih). Tapi acaranya nasional juga dan namanya Wisuda hehe. Dapet apa aja di goodybag saat acara? Ada sabun wangi dari rumbel kecantikan, stiker bertuliskan quote dari rumbel design grafis, sertifikat seminar, pin berbentuk medali yang disematkan dengan pita, notebook dan berbagai brosur sponsor. Yang disayangkan tuh nggak ada handout dari pemateri yang biasanya ada dalam goodybag seminar.

Kalau ditanya dari keseluruhan acara apa yang paling ditunggu? Selain materi seminar, saya sebenernya nunggu ketemu dengan temen-temen sih, foto wisudawati dan ngobrol dengan orang yang biasa saya balas chatnya diWA grup, rasanya menyenangkan berteman kembali, punya sosial grup lagi, ber haha hihi dengan manusia, bukanya dengan gadget, bisa moveon dari teman-teman saya yang di Bandung.


Harapannya setelah wisuda dan masuk kelas baru, ilmu yang kemarin bisa di amalkan, ilmu baru bisa terpatri hingga menjadi ilmu yang berkah, ilmu yang benrmanfaat, bukan saja hanya untuk saya, tapi juga anak, suami dan orang-orang terdekat bisa merasakan berkah dari ilmu tersebut.

Karena ibu adalah pembelajar sepanjang hayat.




Saturday, February 10, 2018

Mendidik Anak Dengan Cinta dan Logika With Ibu Elly Risman, Psi

Bissmillahirrohmanirrohim

Assalamualaikum warrahmatullah, kemarin saya alhamdulilah berhasil cheklist salah satu point resolusi keluarga kami yang dipending dari tahun 2017, yaitu untuk ikut seminar parenting. Kenapa masuk dalam resolusi keluarga cikcikbum? Karena ini salah satu misi kita dalam mewujudkan visi sebagai keluarga. Bahkan untuk jualan gorengan saja ada ilmu dan target yang harus diraih, masa iya mendidik anak tanpa ilmu dan achivement? Setidaknya itu yang membuat kami semangat untuk belajar menjadi orang tua, selain ingat akan hisab Allah nanti.



Acara seminar yang diikuti oleh 500 orang tua pembelajar yang dominan ibu - ibu ini sukses membuat mata saya sembab, hati hancur dan isi kepala yang porak poranda setelah mendengarkan 4 jam materi dari ibu Elly Risman. Sosok psikolog yang sering saya lihat dilayar kaca, berseliweran video seminarnya di laman Facebook dan banyak saya baca nasihatnya di grup whatsup. Sosok ibu sukses yang saya lihat dan beberapa teman perhatiakan kok ada kemiripan antara beliau dengan mama saya di Bandung, dan hal itu juga dibenarkan suami hehehe. Hotel Mangkuputra yang berlokasi di dekat pintu masuk Tol Cilegon Timur dipilih karena mungkin itu lokasi yang strategis untuk para peserta yang jauh-jauh datang dari kota lain untuk mengikuti acara seminar ini. Kami diminta hadir pukul 7.30 untuk penukaran tiket dan registrasi, dan mereka memulai acara pukul 8 tepat. Bu Elly Risman (yang baru saya tahu bahwa Risman adalah nama suaminya) memberi materi pukul 9.00 - 13.00 yang terlalu cepat berlalu menurut saya.

Beliau yang hanya menyematkan gelar psikolog tanpa embel-embel lain, baru saya tahu merupakan doktor dari America untuk Phornography Addiction Therapy, di Salt Lake City, Utah-USA, juga baru saya tahu merupakan dirut dari dua yayasan, masyaallah tampilanya sederhana sekali, lembut khas wanita muslimah yang sopan. Memulai seminar dengan suara  yang agak terisak mulai membuat air mata saya menggenang. Slide awal menampilkan hasil dari pooling yang dilakukan beberapa hari sebelumnya dengan pertanyaan
1.       Diusia berapa anak anda difasilitasi gadget?
2.       Sejak usia berapa anak anda dibuatkan/ membuat akun socmed (Ig, FB, Whatsup dll?)
3.       Bagaimana pengasuhan orang tua anda kepada anda ketika kecil?
4.       Apa dampak yang anda rasakan sekarang dari pengasuhan orang tua anda tersebut?

Pertanyaan sederhana, namun hasil pooling itu membuat bu Elly Risman agak heran, apa tujuan ibu membuatkan anak dibawah 3 tahun akun socmed? Mau pamer? Tanyanya. Ingin dibilang anaknya lucu? Mau ditanya beli bajunya dimana? sombong kah yang terselip? Banyak ibu yang tersenyum malu, alhamdulillah nya saya tidak termasuk karena Syams tidak saya buatkan akun socmed, namun terlintas pula artis-artis yang membuatkan akun socmed anaknya sejak lahir, mungkinkan ibu-ibu ini follower mereka? Terka saya saat itu. Tahukan ibu, selendang kesombongan itu yang akan Allah gunting, yang tak akan bisa mencium surga jika ada sebiji dzaroh pun rasa sombong dalam hati? Tanya beliau. Dilanjutkan dengan potongan gambar anak-anak usia sekolah dasar yang dalam facebook berfoto tidak sewajar usianya, membuat miris hati ini, mereka beri judul #relisionshipgoals katanya (emoticon sedih). Juga unggahan para ibu di socmed yang bangga dengan proses facial dan meni pedi anak gadisnya yang berusia balita, tuh kakinya aja belum keluar dari bangku untuk sampai baskom air saat proses bersih-bersih kuku kaki disalon itu ujar bu Elly Risman, kalau semua dikerjakan orang lain, terus ibu ngapain sama anaknya? , kalau semua orang lain yang mengerjakan, tanya beliau. Tahukah ibu-ibu, kegiatan potng kuku, cari kutu, cukur rambut itu bonding kita sebagai ibu dengan anak? Dilanjutkan cerita masa kecilnya yang mengenang hal itu, suaranya menggetar saat masuk bagian neneknya yang terus dia sayang hingga ajal, itu karena ada proses cari kutu buu, kasih sayang nenek dan ibu saya mengalir saat proses cari kutu katanya. Saya ikutan menangis terkenang bayangan masa kecil saya juga, kangen mamah dan adek-adek perempuan saya di Bandung. Jangan kambing hitamkan cinta sebagai alasan, memfasilitasi anak dengan gadget, membuat lucu-lucuan untuk konten socmed anak agar banyak like dan komen, kedepankan logika kita sebagai orang tua, bukan diri kekanakan yang ada pada ibu bapa, ujarnya.

Banyak beliau ceritakan pengalaman hidup beliau yang strugle membesar kan 3 anak gadis di America, bagaimana keluarga mereka dengan kuat memegang teguh prinsip dasar keluarga dan menjunjung tinggi syariat ditengah lingkungan negara sebebas itu. Juga kisah beliau yang menceritakan alm ibunya saat mendidiknya waktu kecil, mungkin dari sanalah ilmu dasar parenting diadapat dan juga dilakukan berulang saat mendidik anak-anaknya. Ada satu hal yang ingin saya coba tiru dan praktekan saat mendidik anak-anak saya kelak, yaitu untuk tidak pernah memarahi dan bicara serius dengan anak dalam posisi berdiri, terdengar spele yah tapi itu sangat berkesan buat saya, sesuatu yang membuat seorang Elly Risman terisak ditengah seminar teringat akan alm ibu yang mendidiknya dengan baik, dan memintakan ampunan pada Allah saat itu. Saya? Nangis lagi dong, ingat bagai mana dulu saya juga digembleng seorang single parent, yang boro-boro ada sekolah dan seminar sebanyak sekarang, dibesarkan ibu bekerja sendirian memaksa saya untuk cepat dewasa dan mengerti sejak remaja, tapi saya tahu alasannya kenapa mama dulu begitu, mewajarkan beliau namun berusaha menjadi ibu yang lebih baik dengan ilmu-ilmu yang saya pelajari, bukankan kita tidak bisa memilih lahir dari ibu yang bagaimana, tapi kita bisa memilih untuk membesarkan anak dengan cara seperti apa? Semoga Allah membantu dengan ilmu dan kesabaran yang lebih kepada saya.



Banyak tawa dan airmata yang tumpah di 4 jam bersama bu Elly Risman dihari itu, nasihat juga pengalaman hidup yang beliau alirkan, ilmu dan pembelajaran yang saya ambil tapi juga banyak datang kilatan-kilatan kenangan masa kecil yang muncul setiap beliau bercerita, juga perasaan bersalah selama 2 tahun menjadi orang tua, dan banyak pertanyaan, bisa nggak yah? Nanti anak-anaku gimana? Namun hingga akhir materi saya menjadi optimis, walaupun banyak sekali pekerjaan rumah menggantung dalam pikiran saya dan suami, mana yang mau dirubah, apa yang mau ditambah dalam pola asuh kami terhadap anak-anak kelak,  tapi kami jadi lebih optimis inysyaallah bisa dan merasa belum terlambat untuk memperbaiki dan terus belajar menjadi orang tua. Kami diberikan contoh gol dalam pengasuhan anak, mendidik anak dengan tujuan anak pintar dapat ranking tertinggi dikelas itu old style katanya, katro, impian orang tua jaman dulu. Mendidik anak menjadi takwa dan berakhlak mulia dengan ibadah sempurna lah gol orang tua saat ini, orang tua yang menjawab tantangan masa sekarang, mendidik anak untuk menjadi calon istri/suami, mendidik mereka menjadi ibu/ayah kelak, mendidiknya menjadi mandiri dan bermanfaat untuk orang lain. Beberapa contoh gol sebagai orang tua dalam mendidik anaknya dari ibu Elly Risman yang saya dan suami juga setujui. Oiya saya datang keseminar ini rombongan, memboyong Syams dan ibu, mereka anam di playground yang disediakan, dan saya tenang untung menangis hehee, suami saya termasuk 5% bapak-bapak yang hadir, yang selalu mendapatkan apresiasi dan terimakasih dari bu Elly Risman, karena mau peduli dan menanggalkan rasa malu walaupun dengan sedikit terpaksa kan? Tanya beliau, yang dijawab lirikan senyuman suami pada saya tanda mengiyakan hehee. Acara selesai pukul 13.00 kami isttirahat untuk makan dan sholat, acara dilanjutkan 30 menit kemudian, tapi kami pulang duluan, kasihan syams mulai capek tapi nggak tidur siang soalnya rame anak kecil dan banyak mainan.





Oiya sebelum pulang saya dapet hadiah yang saya minta sendiri secara pribadi saya minta pada bu Elly Risman, disaat yang lain keluar ruangan seminar untuk istirahat, saya sendiri melawan arus maju ke panggung, mendekatinya dan bertanya “bu boleh saya peluk ibu? Saya kangen mama saya” boleh katanya dan disambut pelukan hangat dan kecupan dipipi, mata saya berair lagi, lalu saya doakan beliau selalu sehat agar bisa terus menebar kebaikan dimanapun. Semoga bisa ikut seminar parenting lain dengan berbagai sumber dan ilmu ditahun ini aamiin. Nggak sempet banyak foto dikarenakan menikmati acara, maaf yaa visualnya sedikit.

Saturday, August 19, 2017

BISA (Belajar Islam dan Bahasa Arab) Learning Center Atau BLC Cilegon

Assalamualaikum,,, masih dalam tantangan 7 hari upload tulisan dari pak suami, jadilah saya menulis ini. Pengalaman saya belajar ditempat baru di Cilegon, dengan suasana baru, teman-teman baru, pengajar baru, banyak ilmu dan pengalaman baru yang didapat.
Sekitar 1 bulan yang lalu saya mulai belajar di BISA (Belajar Islam dan Bahasa Arab) Learning Center atau BLC Cilegon, lembaga pendidikan agama Islam ini tersebar se Indonesia, seperti halnya EF, GO dan lembaga pendidikan lain dengan sistem belajar yang jelas, silabus, jadwal dan buku panduan yang tersusun bikin kita belajar dengan terstruktur dan terarah, beda jika hanya dengar ceramah pengajian di masjid misal, disini kami belajar sesuai silabus, kami juga mengikuti tes untuk pengelompokan grup tahsin atau pra tahsin, ada ujian pra UAS dan juga UAS untuk mendapatkan nilai di sertivikat kami nanti.
Apa saja yang dipelajari disini? Ada kelas Bahasa Arab, Kelas Tahsin dan Kelas Tahfidz. Apa yang saya ambil? Saya mengambil kelas Tahsin, ada beberapa kelas yang terdaftar, kelas weekday dan weekend, karena saya senggang saat weekday jadilah ikut jadwal weekday, 2 kali seminggu dengan lama belajar 1,5 jam tiap pertemuan, awalnya ada 10 akhwat dalam kelas namun sekarang hanya 6 orang yang tersisa, yang lain tereliminasi waktu dan kesibukan, kami diajar oleh seorang udztadzah dari Lombok, suaminya pun menjadi pengajar untuk ikhwan di sana.
Dari sekian banyak siswa mungkin saya satu-satunya murid yang hadir selalu membawa toodler, belajar sambil momong, mengulang bacaan sambil menyuapi anak, bolak-balik ijin keluar kelas untuk ganti popok dan kemarin UTS saya isi sambil ngasih asi ke Syams, masyaallah nikmat ini rasanya. Syams yang awalnya anteng nggak banyak bergerak, cenderung mepet mamaknya selama kegiatan belajar, sekarang mulai mau berbaur dan malah mulai nggak betah didalam kelas, maunya main terus diluar kelas, dan membuat saya belajar banyak izinnya, semoga pertemuan berikutnya Syams bisa diajak kerjasama dengan baik seperti diawal.


BLC Cilegon ini berlokasi di kawasan ruko Perumahan Grand Cilegon yang nggak begitu jauh dari rumah, masuk kelas jam 7.30 saya biasa berangkat pukul 7.00 dari rumah, dan sempat beli kue untuk bekal sarapan Syams selama disana. Untuk yang mau ikutan sesi berikutnya bisa langsung tanya ke sana, soalnya sebentar lagi kami UAS dan berarti kelas baru akan dimulai. Sampai ketemu disana yaa.

Taman Wisata Villa Bougenville

Assalamualaikum,,, masih belum move on dari liburan kemarin di Bandung Soreang. Arisan keluarga pak suamik yang diundur nyaris setengah tahun karena banyak jadwal bentrok akhirnya kemarin jadi juga diadakan kembali. Alhamdulillah banyak banget yang bisa ikut, minus 2 keluarga dan beberapa sepupu yang mulai KKN, tapi karena keluarga kami banyak banget jadi minus beberapa anggota tadi jatoh nya tetep rame, soalnya kami total sewa 3 Villa, dari awalnya hanya 2 Villa di sana.








Saya yang sehari sebelumnya sudah sampai di Bandung untuk Istirahat dan silaturahmi dengan beberapa teman yang lama tak berjumpa lumayan bisa “ngalempengkeun tonggng” kalau kata orang sunda bilang, sebelum melakukan perjalanan menuju Villa yang luarbisa nanjaknya, sempat agak ragu sama mbak google maps yang nge direct kita menuju sana tapi ternyata sampai juga alhamdulillah.









Begitu sampai kami disuguhi dengan udara dingin yang menusuk kulit, hidung dan pipi kami langsung dingin, udara yang seger dan pemandangan indah, betah liatnya. Setelah selesai perundingan tentang villa mana yang cocok buat nini uyut nya Syams, yang enak buat acara dan bakar-bakar nanti malam, akhirnya kami bisa jalan-jalan lihat sekitar area Villa bareng Om Tante Sepupu-sepupu, Syams yang emang dasarnya suka main air begitu liat kolam dan Om om nya berenang merengek pengen nyemplung juga, tapi airnya kaya air kulkas, dan walaupun begitu bening menggoda terlihat beberapa daun dikolam tanda agak lama belum dikuras, jadi kami urungkan niat untuk Syams berenang.
Villanya yang nyaman dan terawat, kebersihan lingkungannya terjaga dan pelayanannya yang bagus, saya recomen banget tempat ini buat temen-temen yang di Bandung khususnya kalau mau ngadem keluar dari hiruk pikuk menghirup udara segar dan jauh dari kemacetan kota.





Terimakasih yaa Allah untuk jodoh ini, dijodohkan dengan dia dan keluarga ini, alhamdulillah nikmat.


Wednesday, October 23, 2013

Snap Shot (Locafore September 2013)


















Udah ngga terlalu “dapet” feelnya gara-gara nggak ada Maliq tahun ini di Locafore’ aneh banget rasanya karena tahun sebelumnya mereka nggak pernah absen diacara tahunan ini. Tapi ada si cantik Raisa dateng sekarang yaaaiiiy’ saya yang suka banget denger lagu-lagunya tapi sama sekali belom liat dia live girang banget’ dan yaudaaah laa yaa harus move on juga dari Maliq hehehe. Dia yang biasa saya liat empuk-empuk berisi ternyata kurus banget dengan postur tulang yang panjang beda banget  sama yang ada dibayangan, langsung masuk panggung dengan 2 lagu kemudian nyapa crowd dan iiiiihhh merdu banget suaranya ni cewe’ sampe ngomong nya aja merdu, saking konsennya malah ga sempet foto, ada sih foto nya tapi blurr =)