Sunday, April 17, 2016

Bollywood Resto Cilegon

Assalamualaikum,, mau share tempat makan di Cilegon nih, nggak pernah posting tempat makan di Cilegon sekalipun bukan berarti nggak ada kuliner khas disni, ada lumayan banyak makanan enak disini yang rasanya nggak kalah sama kuliner ditempat lain, walaupun harganya nggak bisa dibandingin sama kuliner Bandung (teteup hehe).

Mulai dari masakan lautnya, sate bandeng, nasi gonjleng, nasi sumsum dan banyak lagi kuliner yang ada di Cilegon. Beberapa sudah saya icip yang lain menunggu waktu yang pas.

Weekend kemarin kita nyobain salahsatu tempat makan deket rumah Bollywood resto namanya tapi menu yang disajikan nggak hanya makanan India dan timur tengah, ada juga makanan Jepang dan Indonesia.
Sejak hamil ngidam samosa dan masakan timur tengah, jadilah saya pesan nasi bhiryani kambing dan indian tea, suami pesen tikka kambing dan telur yang dimasak rempah, dan karena selama hamil puasa sushi jadilah pesen seporsi sushi mateng (masih agak takut makan yang mentah).





Rasa makanannya lumayan otentik, terbukti dari rasa rempahnya yang melimpah, pelayanannya memang agak lama karena mungkin memang butuh waktu untuk menyiapkan sajian seperti ini, dan masalah harga hmm,, yaa namanya juga Cilegon, next review tempat lain deh kalau si bayi anteng.

Pejuang ASI

Bissmillahirrohmanirrohim start beberapa detik melahirkan hingga 6 bulan kedepan saya berniat akan terus memberikan ASIX untuk syams dan tanpa campuran apapun. Aamiin.

Sejak kapan punya keinginan untuk memberikan ASIX?
Setelah jadi ibu? “Sebelumnya”
Saat hamil? “Bukan”
Saat merencanakan kehamilan? “hmmm “
Saat menikah? “kayanya jauh sebelum itu”

Jauh sebelum menikah, saya sudah berencana untuk memberikan ASIX pada anak-anak saya kelak dan alhamdulillahnya sampai sekarang Syams berusia hampir 4 bulan saya masih memperjuangkan untuk terus memberikannya ASIX. Banyak ibu menyusui yang melakukan hal yang saya lakukan sekarang, niat yang baik, mendapatkan dukungan baik dari pasangan (love you sayang) dan mendapat kan berkah Asi yang melimpah.

Perjuangan memberikan ASIX dimulai beberapa hari setelah bayi lahir, saya yang mengira sudah cukup ilmu tentang menyusui, yang “kan bayi masih ada cadangan makanan hingga 4 hari” membuat bayi saya akhirnya menuju UGD karena deman dengan indikasi dehidrasi alias kurang ASI dan menguning (sedih rasanya kalau inget itu lagi), membuat kami berpisah beberapa malam, memberi  yang ASI harus via botol karena takut kurang maksimal penyembuhan jika harus terus digendong membuat saya harus pumping tiap 2 jam untuk memenuhi kebutuhan bayi, mulailah saya merasa seperti sapi perah yang terus digelonggong dengan booster asi diruang tunggu bersama ibu-ibu lain yang bayinya mengalami hal yang sama dengan syams.

Kami mulai berbagi makanan yang menambah ASI seperti kacang tanah dan sayur daun katuk. Saya mulai dicekoki susu kedelai oleh suami agar ASI melimpah, minuman sari kacang hijau (sulitnya mencari bubur kacang hijau asli membuat kami terus membelli ini), buah-buahan, sempat dikirimi sayur oleh teman ke rumah sakit. Makan-minum-pumping, makan-minum-pumping adalah sebagian besar kegiatan saya beberapa hari itu demi banyaknya Asi yang saya berikan pada suster jaga.

Setelah kejadian itu hingga sekarang saya masih mengkonsumsi makanan yang diyakini menjadi booster ASI yang ragamnya makin bertambah atas saran saudara dan teman, mulai dari keripik jagung, rebusan air kacang hijau, bayam, pepaya muda, dan banyak lagi.

Akhirnya setelah beberapa bulan ini mulai mendapatkan ritme memberikan ASI yang baik, saya sadar bahwa selain asupan makanan yang bergizi, ada faktor lain yanng sangat penting. Dukungan suami yang sangat baik merupakan booster buat saya, mulai dari terus mensuplai makanan sehat tadi plus camilan sehat dan camilan “kurang sehat” (hhehe busui juga perlu cheating), mengingatkan jadwal menyusui, pelekatan yang baik, membantu mengambilkan segelas air minum tengah malam dan banyak suport lainya yang bikin saya makin rajin dan semangat menyusui. Mungkin next jalan-jalan bisa jadi booster yang ampuh juga yaa sayang (semoga dia baca, dia pasti baca) we love you.

Sunday, April 10, 2016

Babyspa di Cilegon

Assalamualaikum...
Akhirnya bisa posting lagi setelah sekian lama, alhamdulillah Syams nya lagi anteng di ayunan baru made by teteh jadi bisa nyantai. Tinggal di Cilegon yang kurang update dengan perkembangan, dan minimnya pembangunan area “main” bikin kita ngerasa ga bakal nemu apa-apa disini, tapi setelah hampir setahun, punya beberapa teman baru dan menjelajah tempat baru, ternyata cilegon ini lumayan juga untuk diexplore. Dapat informasi tempat  babyspa ini sejak hamil, sampai akhirnya dapat voucher diskon saat ikutan lomba foto bayi beberapa minggu lalu, dan viola! Syams akhirnya nyoba juga Babyspa.

Griya Fatimah ini sebetulnya klinik ibu hamil yang menambah sayap bisnisnya ke persiapan kehamilan dan kegiatan pasca melahirkan. Mulai dari senam hamil, senam nifas, perawatan untuk ibu hamil dan babyspa, selain dari layanan utamanya yakni pemeriksaan kehamilan dan membantu proses melahirkan.

Di Cilegon ada beberapa cabang Griya Fatimah yang pernah saya datangi, selain untuk baby spa pernah juga saya coba untuk senam dan pijit saat hamil dulu. Tempatnya yang nyaman, peralatan baru, bersih dan service yang baik bikin betah dan nagih untuk balik lagi kesini.
 





Untuk babyspa ini bayi minimal sudah berumur tiga bulan dengan bobot minimal 5kg, karena semua ketentuan sudah pas maka masuklah kita ke ruangan, dimulai dengan pemanasan dan peregangan ringan untuk bayi (lucu liat syams dengan gerakan senamnya), lalu mulai masuk ke kolam air hangat selama 15 menit, lalu bilas (soalnya air disana untuk tiga bayi,dan tidak langsung kuras), setelah dibilas bersih syams dipijat lembut dengan VCO aroma apel seger deh wanginya, walaupun bayi sebelah nangis kejer, syams sih anteng aja diusap sama mba nya (biasa dipejet juga pagi sore dirumah) setelah itu dipakaikan lagi baju rapi, wangi dan bayinya ngantuk. Perawatan 45 menit itu harganya 150.000 dan maximal bisa dilakukan untuk bayi berumur 1 tahun.




Mudah-mudahan banyak nemu lagi tempat untuk kita bisa explore bertiga, setelah ada babyspa next Gramedia dong pak walikota.

Wednesday, March 2, 2016

how much?

Setelah nonton acara di TV yang lupa pasti nama acaranya apa, tapi ada pertanyaan menggelitik yang pengen diposting. Dari sekian juta pulau di Indonesia, sudah berapa pulau yang kalian kunjungi? Terus malem nya itung-itungan sama suami. Banyakan dia sih, tapi blog sendiri  ya posting hasil itungan sendiri aja hehe.

1.    Jawa (Laah yaiyakan hidup lahir hidup disini)
2.    Sumatra
3.    Tidung
4.    Bali
5.    Belitung
6.    Lengkuas 

Usah segitu aja resultnya, kirain bakan makan waktu lama buat ngitungnya, ternyata enam doang hehehee. Yaa seenggaknya ngingetin kita jangan lama-lama ngendon di Cilegon ya saaay.

Don't!!!

Membandingkan bayimu  dengan yang lain, saat dalam kandungan hingga dewasa, bahkan dihari pertama kelahirannya.

Kok hamil yang sekarng bawaannya berat banget ya,, beda sama yang pertama. Don’t!!!
Dia hamilnya asik, ini bawaanya kleyengan aja. Don’t!!!

Sampai saat kelahirannya...
Kecilnya bayiku, bayi sebelah duuuh lucunya. Don’t!!!
Dulu waktu kakanya nggak sering begadang, sekarang hampir tiap hari. Don’t!!!
Ini kok nangis terus, bayi tetangga anteng tidurnya. Don’t!!!
Kok item yah dia padahal pas lahir putih kayak sepupunya. Don’t!!!
Kamu kok susah gendutnya sih nak,, ga kaya anak temen mama. Don’t!!!

Kasihan yaa jadi bayi yang selalu dibandingkan, kalau dia sudah bisa bicara kayanya mau bilang “hey orang dewasa, aku denger loh kalian bilang apa, memangnya aku yang mau? Aku yang minta?”. Nggak kebayang  kalau kejadian sama Syams, kayanya langsung saya peluk cium dan minta maaf, ada sedikit rasa seperti itu saat lihat bayi lain, berusaha untuk menahan dan tidak mengucapkan deket Syams takut kalau dia denger, dan langsung  minta maaf saat nggak sengaja terucap “nggak kok sayang, becanda, i love the way you are, kita sayang kamu apa adanya” lalu diciumin sampe merenyeng.